in

Poso Ditutup Berlapis, Santoso Kian Terdesak

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Charliyan saat di Makssar (kicknews.today)
Kadiv
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Charliyan saat di Makssar (kicknews.today)

kicknews.today Makasar – Kelompok garis keras yang dipimpin oleh Santoso di daerah Poso, Sulawasi Tengah rupa-rupanya kian terdesak dengan operasi gabungan yang dilakukan TNI dan Polri dengan sandi Tinombala yang merupakan operasi gabungan untuk menumpas kelompok teroris ini.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Charliyan yang ditemui kicknews.today di makasar, Senin (4/4) mengatakan bahwa menurut pantauan pihaknya kini kelompok Santoso jumlahnya kian sedikit dan terjepit, ditambah lagi dengan adanya beberapa orang yang berusaha melarikan diri keluar dari kelompok radikal tersebut.

“Dengan ada beberapa yang lari, ini artinya mereka sudah sangat terdesak” ujarnya.

Namun jenderal yang menjadi juru bicara Polri ini juga mengakui kalau aparat gabungan yang bertugas masih merasa kesulitan soal informasi dari masyarakat tentang keberadaan pasti orang yang paling dicari di Indonesia itu.

“Masih ada trauma dari masyarakat sekitar, karena siapa saja yang memberikan informasi, beberapa orang malah dipancung, ancaman terornya kan begitu” jelasnya.

Mengenai kemungkinan Santoso dan kelompoknya kuar dan berpundah dari Poso, Kadiv Humas mengatakan bahwa kemungkinan itu sangat kecil karena akses keluar maupun masuk Poso sudah ditutup dan penjagaan juga berlapis-lapis.

“Akses sudah ditutup semua dan berlapis-lapis, jadi kemungkinannya sulit untuk dia berpindah dari Poso” pungkasnya.*

Tinggalkan Balasan