Pemkot Minta Sekolah Cari Siswa Bolos UN

ilustrasi lembar jawaban
ilustrasi lembar jawaban

kicknews.today Mataram – Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Mataram H Sudenom meminta sekolah aktif mencari siswa yang tidak mengikuti ujian nasional, apalagi kalau diketahui absennya siswa itu tanpa keterangan.

“Sekolah itu harus aktif jangan pasif jika mengetahui siswanya tidak mengikuti ujian nasional (UN),” katanya kepada sejumlah wartawan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa (5/4).

Pernyataan itu dikemukakannya menanggapi adanya 10 orang siswa dari SMK Pariwisata yang tidak mengikuti UN pada hari Senin (4/4) yang merupakan hari pertama pelaksanaan UN.

Ia mengatakan, ketidak hadiran siswa itu kemungkinan karena siswa tersebut sakit, dibawa orang tuanya ke luar daerah atau alasan-alasan lainnya.

Karena itu, Sudenom berharap agar pihak sekolah bisa mencari tahu tentang keberadaan siswanya itu terlebih jika sampai pada hari kedua ini mereka kembali tidak mengikuti UN.

“Ini sekolah swasta, jadi kami meminta agar sekolah segera melakukan komunikasi dan mencari tahun alasan ketidakhadiran siswanya agar tidak timbul kesan diam dan menunggu,” sebutnya.

Sudenom menilai, upaya-upaya dari sekolah terhadap peristiwa ini bisa berdampak pada peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah tersebut, karena itu sekolah harus aktif.

“Jangan sampai siswa-siswa itu dinyatakan gagal atau tidak lulus hanya gara-gara tidak ikut UN,” katanya.

Meskipun, lanjut Sudenom, pemerintah sudah menyiapkan jadwal ujian susulan bagi para siswa yang dengan alasan-alasan tertentu tidak bisa mengikui UN sesuai jadwal yang ditetapkan.

Karena itu, kesempatan mengikuti ujian susulan ini menjadi peluang bagi semua sekolah-sekolah yang memiliki siswa tidak bisa mengikuti UN serentak untuk mencari dan mengonfirmasikan ke pihak keluarga kemana dan apa penyebab siswa tidak ikut UN.

“Ujian susulan ini tetap kita berikan, karena kami juga tidak mau usaha siswa yang sudah belajar selama tiga tahun terputus hanya karena tidak ikut UN,” ujarnya.

Sementara ketika hendak dikonfirmasi ke SMK Pariwisata, kondisi sekolah sudah sepi karena peserta UN di SMK ini bukan peserta ujian nasional berbasis komputer (UNBK), dan UN dilaksankan satu tahap sehingga selesai lebih cepat.

Namun, berdasarkan informasi, 10 siswa yang tidak masuk UN di hari pertama itu berasal dari empat jurusan yakni empat orang dari jurusan multimedia, tiga orang dari jurusan akomodasi perhotelan, dua orang dari jurusan tata boga dan satu orang dari jurusan kecantikan. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat