in

Hasilkan Madu Berkualitas, NTB Andalkan Hutan Sumbawa

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

kicknews.today Mataram – Dinas Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Barat mengandalkan hutan Batu Lanteh dan Batu Dulang di Kabupaten Sumbawa untuk menghasilkan ratusan ton madu alam berkualitas setiap tahun.

“Populasi lebah madu di hutan Batu Lanteh bisa menghasilkan madu berkualitas hingga 73 ton dalam satu tahun, kemudian di hutan Batu Dulang 15 ton per tahun,” kata Kepala Dinas Kehutanan Nusa Tenggara Barat (NTB) Andi Pramaria di Mataram, Senin (4/4).

Menurut dia, pihaknya memberi perhatian khusus terhadap potensi madu alam Sumbawa yang sudah menjadi ikon NTB dan terkenal secara nasional.

Perhatian khusus diberikan kepada para kelompok masyarakat yang memanen madu di dalam kawasan hutan lindung. Mereka diberikan peralatan dan teknik pengambilan sarang lebah madu secara berkelanjutan.

Dinas Kehutanan NTB juga memfasilitasi uji klinis di Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram, terhadap kandungan madu yang diambil oleh masyarakat dari dalam hutan agar mendapatkan sertifikat.

Selain itu, memfasilitasi identitas geografis, sehingga madu alam Sumbawa tidak sembarangan ditiru atau dipalsukan oleh oknum yang ingin meraup keuntungan besar.

“Dengan memiliki identitas geografis, kita berhak menuntut pihak-pihak luar yang menjual madu Sumbawa, padahal bukan asli dari Sumbawa,” uap Andi.

Selain memberdayakan kelompok masyarakat pencari madu alam Sumbawa, kata dia, pihaknya juga memberikan pembinaan kepada kelompok masyarakat pinggir kawasan hutan di Pulau Lombok, yang memproduksi madu dengan cara budi daya lebah madu.

Beberapa sentra budi daya lebah madu seperti di kaki gunung Rinjani di Kabupaten Lombok Utara dan di pinggir kawasan hutan di Kabupaten Lombok Tengah, dan Lombok Timur.

Menurut Andi, produksi madu yang dihasilkan melalui proses budi daya masih rendah dibandingkan dengan produksi madu hutan. Hal itu disebabkan jumlah jumlah pembudidayanya yang masih reltif sedikit.

“Orientasi kelompok masyarakat untuk menjadikan budi daya madu sebagai penopang perekonomian masih kurang. Makanya produksi masih kalah jauh dibandingkan dengan yang diproduksi secara alami di dalam hutan,” katanya. (ant)