in

Gempa…Jangan Panik! Simak Jenis dan Riwayat Gempa di Lombok

Data BMKG Gempa yang terjadi pada Kamis (31/3) (kicknews, BMKG)
Data BMKG Gempa yang terjadi pada Kamis (31/3) (kicknews, BMKG)

kicknews.today Mataram – Kamis, (31/3) jelang magrib, gempa tektonik di lepas pantai Lombok Barat, mengguncang hingga ke Kota Mataram, Pukul 17.34 Wita. Rasanya penting bagi kita, netizen khususnya, menyimak penjelasan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tentang sifat dan riwayat kegempaan di Lombok.

Catatan BMKG NTB, gempa bumi tektonik berkekuatan 3,4 Skala Richter, dengan pusat guncangan terletak pada koordinat 8,48 LS dan 116,02 BT, tepatnya pada jarak 13 kilometer arah baratlaut Kota Mataram, dengan kedalaman hiposenter 13 kilometer. Guncangan gempabumi ini dirasakan di Kuta dan Denpasar II-III MMI, Mataram dan Senggigi III-IV MMI (Mercally Modified Intensity).

Dr. Daryono selaku Kepala Bidang Gempa dan Tsunami BMKG Pusat dalam ulasannya yang diterima kicknews.today menyebukan, gempa bumi Lombok Barat dan Mataram ini jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya merupakan gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif.

“Ada dugaan bahwa pembangkit gempabumi adalah struktur sesar naik belakang busur,” tulis Daryono. Krena, sambung dia, episenter gempabumi ini bersebelahan dengan pusat gempabumi akibat sesar naik (thrusting), yang terjadi pada 22 Juni 2013 dengan kekuatan M=5,4 dengan kedalaman hiposenter 10 kilometer.

Lokasi episenter kedua ini dijelaskan memang bersebelahan dan berdekatan. Dalam hal ini gempa bumi Lombok 22 Juni 2013 terletak di sebelah timur lautnya pusat gempabumi yang terjadi saat ini.

“Peristiwa gempa bumi Lombok Barat (guncangan hingga Kota Mataram) ini memang mengingatkan kita pada peristiwa gempabumi serupa 3 tahun lalu,” ungkapnya. Saat itu gempa berpusat pada koordinat 8,43 LS dan 116,04 BT. Hampir seluruh wilayah Pulau Lombok merasakan guncang gempa bumi hingga menyebabkan ratusan bangunan rumah mengalami kerusakan.

“Meskipun Pusat gempabumi terletak di lepas pantai Lombok Barat, namun ditinjau dari magnitudonya yang relatif kecil maka gempabumi ini tidak berpotensi terjadi menimbulkan tsunami,” ujarnya mengingatkan. Berdasarkan catatan sejarah kegempaan setempat, maka diyakininya bahwa tidak akan terjadi gempa bumi dengan kekuatan yang lebih besar.

“Untuk itu masyarakat di Lombok Barat dan sekitarnya dihimbau tetap tenang dan melaksanakan aktivitas seperti biasa,” sarannya.

Berdasarkan catatan sejarah kegempaan, daerah Pulau Lombok sudah beberapa kali mengalami peristiwa gempa bumi merusak. Masyarakat Lombok sejak dahulu sudah mengenal adanya ancaman bencana gempabumi, karena di daerah Lombok sudah beberapa kali dilanda gempabumi kuat, meskipun belum memahami potensi bahaya gempabumi secara lengkap.

Berikut catatannya, soal beberapa gempabumi merusak yang pernah melanda Lombok. Pertama, gempa bumi Lombok 22 Mei 1979. Gempa bumi ini berkekuatan M=5,7 SR. Dampak gempabumi yang ditimbulkan cukup parah. Tercatat ratusan bangunan rumah mengalami kerusakan di daerah Lombok Barat. Kedua, gempa bumi Lombok 30 Mei 1979. Gempa bumi ini berkekuatan M=5,9 SR. Gempabumi ini menimbulkan kerusakan ratusan bangunan rumah di daerah Lombok Barat dan Bali bagian timur.

Gempabumi ini menelan korban jiwa sebanyak 37 orang meninggal dunia. Ketiga, gempa bumi Lombok 20 Oktober 1979. Gempa bumi ini berkekuatan M=5,8 SR. Tercatat ratusan bangunan rumah mengalami kerusakan di daerah Lombok Barat. Keempat, gempa bumi Lombok 2 Januari 2004. Gempa bumi ini berkekuatan M=6,1 SR yang merusak sekitar 2.000 bangunan rumah di Lombok dan 4.000 bangunan rumah di Bali. Gempabumi ini menelan korban 1 orang meninggal dunia. (*)

Tinggalkan Balasan