Wagub Persilahkan Kejaksaan Usut Korupsi Anggaran Festival Tambora

Festival Tambora Menyapa Dunia
Festival Tambora Menyapa Dunia

kicknews.today Mataram – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat H Muhammad mempersilakan pihak kejaksaan melakukan penelusuran adanya dugaan korupsi anggaran Festival Tambora tahun 2015.

“Saya kira kalau ada laporan baik yang datang dari masyarakat ataupun pihak lain wajar aparat hukum menyeledikinya, termasuk kejaksaan. Masalah benar atau tidak soal lain, karena itu nanti pengadilan yang membuktikan dan memutuskan,” kata Muhammad Amin di Mataram, Rabu (30/3).

Menurut wagub, setiap laporan yang masuk kepada penegak hukum tidak mesti akan menjadi kasus, sebab kata Amin untuk membuktikannya membutuhkan proses yang panjang dan bukti-bukti yang kuat.

“Jadi tidak semua laporan itu menjadi kasus, karena harus pembuktian dulu. Karena kalau kemudian tidak ada bukti tidak akan dilanjutkan,” jelasnya.

Meski demikian, Amin mengingatkan kepada semua SKPD, khususnya yang berkaitan dengan penyelenggaraan Festival Tambora tahun 2015 harus bisa terbiasa dengan aparat penegak hukum.

“Semua harus kooperatif, kalau dipanggil silakan datang. Tetapi kalaupun nanti tidak ada masalah, aparat pun tidak juga akan membuat,” ucapnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi NTB diminta untuk mengambil alih penanganan dugaan penyimpangan dalam penggunaan anggaran Festival Tambora Menyapa Dunia (TMD) yang digelar di Kabupaten Dompu, tahun 2015.

Permintaan itu disampaikan aktivis mahasiswa dari Persatuan Gerakan Mahasiswa Dompu (PGMD) di depan kantor Kejaksaan Tinggi NTB, Senin (27/3).

“Penanganan kasus ini sudah lama ditangani Kejari Dompu, namun belum juga ada kejelasan. Untuk itu kami berharap Kejati NTB mengambil alih penanganan kasus ini agar segera tuntas,” kata Kardin, koordinator lapangan PGMD.

Diketahui, anggaran yang digelontorkan pemerintah dari dana APBD dalam Festival TMD yang digelar di Tambora, Kabupaten Dompu, bernilai Rp4,5 miliar. Kasus tersebut sudah ditangani Kejari Dompu terhitung sejak tahun 2015, usai penyelenggaraannya.

Namun hingga kini kasusnya masih terus dalam tahap penyelidikan tim penyelidik Kejari Dompu. Untuk itu, mahasiswa asal Dompu ini meminta pihak Kejati NTB untuk mengambil alih kasusnya.

Kejati NTB melalui Kasi Penkum dan Humas I Made Sutapa membenarkan bahwa kasusnya hingga kini masih dalam tahap penyelidikan.

“Sesuai dengan informasi terbaru yang saya dapatkan dari pihak Kejari Dompu, kasusnya hingga kini masih dalam tahap penyelidikan, karena banyak ‘item’ laporan yang perlu ditelusuri lebih dalam lagi,” kata Sutapa.

Terkait dengan permintaan untuk mengambil alih penanganannya, Sutapa enggan memberikan kepastian. Sebab, harus dikoordinasikan dengan Kajati NTB “Saya tidak bisa memberikan keputusan apapun, tapi nantinya akan saya sampaikan permasalahan ini kepada pimpinan, semoga mendapat tanggapan dengan baik,” ujarnya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat