Soal Hilangnya Direktur RSUP NTB, Polisi Tak Mau Terima Informasi Ngalur Ngidur

Berita orang hilang
Berita orang hilang

kicknews.today Mataram - Ada beragam spekulasi liar setelah Direktur Rumah Sakit Umum Propinsi (RSUP) NTB membuat Kepolisian Resor Mataram berhati hati. Kepolisian menyaring informasi yang penting dan dianggap bisa menjadi petunjuk kepada Mawardi Hamri.

Menurut Kepala Kepolisian Resort Mataram, Ajun Komisaris Besar Polisi Heri Prihanto, SIK, setiap petunjuk yang informasinya mengarah ke keberadaan atau posisi terakhir Mawardi selalu dilakukan penelusuran langsung ke lapangan. Karena diakuinya dari beberapa informasi yang masuk, langsung ditindaklanjuti dengan penelusuran. Akan tetapi hasilnya nihil. “Selalu hasilnya nihil,” kata dia.

Keterangan yang diperoleh dari sejumlah narasumber, dicocokkan dengan kenyataan di lapangan diakuinya terkadang tidak sesuai. “Ada informasi yang mengatakan pak Mawardi ada di sini, di situ, kita telusuri langsung. Setelah dicek, ternyata hasilnya nihil,” kata Kapolres. “Makanya kami ndak mau terima informasi ngalur ngidur sekarang,” terangnya.

Sehingga hal ini kemudian menjadi pertimbangan pihaknya untuk menyaring informasi, sebab agar tidak sampai sesat dan dianggap membuang waktu. Tapi jika informasi itu sudah mengarah ke penyebutan nama orang yang terakhir bersama Mawardi, akan langsung ditelusuri.

Tercatat sudah sepekan ini Mawardi Hamri hilang sejak dilaporkan Rabu (23/3) lalu,dari rumahnya di Jalan Langko Nomor 31 Mataram. Untuk intensifkan pencarian, setiap malam dilakukan analisa dan evaluasi (Anev) guna memastikan mengecek setiap perkembangan pencarian.

“Tadi malam kami juga anev,” sambung Kapolres. Pada anev itu juga sempat hadir Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, Brigadir Jendral Polisi Drs. Umar Septono, SH, MH. Dimana kemudian salah satu kesepakatan dalam anev, agar aktivitas Mawardi Hamri sebelum hilang bisa dilacak dan menemukan informasi detail. Pada malam malam berikutnya, anev dipimpin Dir Reskrimum Polda NTB, AKBP Anom Wibowo, SIK. (*)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat