Mulai Mei, Dukcapil Mataram Cetak Kartu Identitas Anak

Ilustrasi
Ilustrasi

kicknews.today Mataram – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menargetkan mulai mencetak kartu identitas anak (KIA) bulan Mei 2016.

“Mei, karena kami dijanjikan blangko KIA dari Dirjen Administrasi Kependukan,” kata Kepala Dinas Dukcapil Kota Mataram H Ridwan di Mataram, Kamis (31/3).

Menurutnya, berdasarkan data potensi anak yang akan menjadi sasaran pendataan KIA hingga saat ini tercatat sebanyak 118 ribu anak.

Untuk menjaring 118 ribu anak itu, pihaknya sudah meminta data jumlah sekolah se-Kota Mataram “by name, by address” untuk semua tingkatan sekolah, termasuk jumlah siswa mulai dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP dan SMA/sederajat untuk kelas X melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga.

“Kalau kelas XI, pasti sudah ada yang berusia 17 tahun yang sudah wajib memiliki kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP),” katanya.

Ia mengatakan, pendataan dari pihak Dikpora itu bertujuan untuk mendapatkan jumlah siswa yang akan menjadi sasaran KIA.

Setelah data sekolah dan jumlah siswa itu didapatkan, pihak Dukcapil akan menyerahkan formulir ke sekolah yang harus diisi dan dilengkapi setiap siswa, selain nama siswa juga diharuskan mengumpulkan kartu keluarga (KK).

“Dalam KK itu, terdapat nomor induk kependudukan (NIK) yang akan menjadi dasar penerbitan KIA,” katanya.

Setelah formulir diisi, lanjutnya, pihak Dinas Dukcapil akan kembali mengambil formulir yang sudah diisi untuk kembali dilakukan verifikasi.

“Begitu blangko KIA datang, kami bisa langsung mencetaknya,” katanya.

Dengan demikian, KIA yang sudah tercetak, akan kembali didistribusikan melalui sekolah-sekolah, sehingga semua siswa yang menjadi sasaran KIA bisa mendapatkan kartu identitasnya secara mandiri.

Namun demikian, pihaknya belum bisa menyebutkan berapa jumlah blangko KIA yang akan dikirim tahap pertama, pastinya semua anak berusia anak usia 0-17 tahun kurang sehari akan mendapatkan KIA secara bertahap.

“KIA ini merupakan penghargaan bagi anak untuk memiliki kartu identitas secara mandiri, sehingga anak tidak perlu mengeluarkan KK,” sebutnya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat