Tagih Hutang, Tangan Mantan Istri Ditebas

ilustrasi
ilustrasi (mrdeka)

kicknews.today Mataram – Setelah bercerai, bukan berarti urusan antara Maisarah (33) dengan Sahid (33) berakhir. Mereka masih terikat utang piutang, bahkan berujung penganiayaan berat.

Peristiwanya terjadi Selasa (29/3) sekitar Pukul 17.30 Wita. Tempat Kejadian Perkara (TKP)  di Dusun Kore, Desa Naru Barat Kecamatan Sape Kabupaten Bima. Korbannya Maisarah.

Kronologis kejadian, saat itu korban mendatangi rumah Sahid, di desa yang sama. Sahid tidak lain bekas suami korban. Meski telah lama bercerai, namun masih ada urusan piutang ketika mereka masih berumah  tangga. Korban hendak menagih hutan ke mantan suaminya itu.

“Korban mendatangi yang bersangkutan untuk bermusyawarah terkait hutang tersebut,” kata Kasat Reskrim Polres Bima Kota, AKP Antonius F. Gea.

Tak disangka korban ketika memanggil nama Sahid dari depan rumahnya,  tiba tiba  pelaku keluar dengan sebilah parang. Tanpa basa basi  langsung membacok korban bertubi tubi hingga empat kali.

Akibat sabetan parang itu, korban menderita luka robek pada kepala bagian kiri, jari tangan kanan. Paling para pergelangan tangan kanan yag nyaris putus, juga luka bacok pada punggung kanan.

Mengetahui peristiwa naas dialami korban itu, warga berusaha melarikan korban ke Puskesmas Sape. Karena lukanya sangat parah,  setelah mendapat pertolongan di Puskesmas Sape, korban lantas dirujuk  ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima.

Agar tidak terjadi hal hal tak diinginkan, korban saat dilarikan ke RSUD Bima yang jaraknya cukup jauh, mendapat pengawalan dari Mobil Patroli Polsek Sape.

Sementara korban mendapat penanganan serius, tim Sat Reskrim Polsek Sape bergerak cepat melakukan penangkapan terhadap pelaku. Malam itu juga, Sahid ditangkap dan dilakukan pengamanan di Mapolsek untuk diinterogasi. (*)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat