Pemkot Mataram Tertibkan Pengusaha Langgar Tata Ruang

Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Rolisakana (ist)
Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Rolisakana (ist)

kicknews.today Mataram – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, segera menertibkan pengusaha, yang terindikasi melanggar tata ruang di daerahnya.

“Penyalahgunaan tata ruang di kota ini sudah sangat marak, karenanya kita harus segera melakukan penertiban,” kata Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Rolisakana di Mataram, Rabu (30/3).

Seusai memimpin rapat persiapan penertiban penyalahgunaan tata ruang terhadap para pengusaha itu, ia mengatakan, penertiban akan dilakukan secara menyeluruh tanpa tebang pilih.

Penyalahgunaan tata ruang yang dilakukan para pengusaha yang dimaksudkan adalah banyaknya rumah toko (ruko) dan pusat bisnis yang memanfaatkan lahan parkir sebagai tempat usaha sampingan.

“Coba lihat, lahan parkir pada ruko-ruko hampir semua dimanfaatkan untuk membuka usaha baru, seperti makanan siap saji dan ada juga yang menggunakan untuk menempatkan genset dan lainnya,” katanya.

Akibatnya, lahan parkir itu tidak bisa dimanfaatkan sehingga kendaraan parkir pada bahu jalan. Kondisi ini tentu mengganggu arus lalu lintas.

“Jalan sudah sempit, dipersempit lagi oleh kendaraan yang parkir menggunakan bahu jalan,” sebutnya.

Terkait dengan itu, pihaknya telah meminta kepada Asisten II Bidang Administrasi Umum untuk segera membentuk tim penertiban dengan melibatkan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait.

Rapat persiapan penertiban penyalahgunaan tata ruang itu, dihadiri juga oleh Kepala Dinas Tata Kota, Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu, Kasatpol PP Kota Mataram dan Kepala Dinas Pertamanan.

“Pimpinan SKPD tersebut sudah kita minta untuk berkoordinasi dan segera melaksanakan penertiban penyalahgunaan tata ruang,” ujarnya.

Harapannya, semua kawasan bisnis dan tepat usaha di kota ini bisa tertib dan mentaati aturan yang ada, dengan membongkar bangunan yang dinilai menyalahi tata ruang.

Namun demikian, lanjut Mohon, sebelum tim melakukan pembongkaran, hendaknya dilakukan upaya persuasif dengan memberikan teguran dan peringatan terlebih dahulu.

“Jika mereka tidak mau mengindahkan teguran dan peringatan yang diberikan, barulah kita bertindak tegas dengan membongkar lapak-lapak yang dibuat di areal parkir,” katanya menegaskan. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat