Pemkot Mataram: Stadion Malomba Terkesan Terbengkalai

Stadion Malomba, Ampenan NTB
Stadion Malomba, Ampenan NTB

kicknews.today Mataram – Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mengatakan, keberadaan Stadion Malomba terkesan terbengkalai jika tidak segera dilakukan penataan lebih lanjut.

“Kalau hanya untuk berolah raga masih bisa dimanfaatkan, tetapi jika ingin dijadikan stadion utama, dengan peningkatan fasilitasnya, sepertinya belum bisa sehingga keberadaannya terkesan terbengkalai,” katanya di Mataram, Rabu (30/3).

Menurutnya, kondisi itu terjadi karena hingga saat ini pemerintah kota belum mendapatkan izin pengelolaan berbagai fasilitas dan sarana pendukung di Stadion Malomba yang merupakan bagian dari areal TNI-AL.

“Jika saja pemerintah kota mendapatkan izin pengelolaan itu, kami akan menghidupkan kembali Stadion Malomba sebagai stadion legendaris, dan menjadi stadion utama berbagai kegiatan olah raga di kota ini,” ujarnya.

Termasuk, kata dia, izin pembongkaran tembok bagian depan stadion agar pemerintah kota dapat segera melakukan penataan pedestrian di kawasan itu sekaligus melakukan penataan pedagang kaki lima (PKL).

Dalam perencanannya, kata Mohan, jika tembok bagian depan dan samping dibongkar, pemerintah kota ingin melakukan penataan agar areal stadion tidak terlihat kumuh.

Di samping itu, pemerintah kota juga bisa merelokasi PKL Taman Adipura ke pinggir stadion sehingga tidak lagi berjualan di pinggir jalan taman yang selama ini banyak mendapat keluhan karena menjadi penyebab macetnya arus lalu lintas di kawasan itu.

“Sayangnya, rencana kita itu belum dapat terealisasi, kecuali jika pemerintah kota dapat merealisasikan keinginan dari TNI-AL pindah dan membuat markas baru di kawasan lingkar selatan, Kelurahan Tanjung Karang, Mataram,” katanya.

Namun demikian, lanjut Mohan, pemerintah kota tidak ingin adanya perbedaan persepsi terhadap masalah ini, sebab pihaknya masih melakukan kajian terhadap keinginan TNI-AL untuk pindah dan membuat markas baru di kawasan lingkar selatan.

“Kita belum bisa merealisasikan apa yang menjadi usulan dari TNI-AL, sebab masalah ini membutuhkan kajian yang lebih intensif,” katanya.

Hal senada juga sebelumnya dilontarkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Mataram Lalu Martawang yang mengatakan, usulan TNI-AL itu butuh kajian dan koordinasi lebih intensif baik dengan pemerintah provinsi, maupun Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.

Pasalnya, pihak TNI-AL membidik lahan dekat Taman Loang Baloq yang merupakan lahan milik Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dengan luas sekitar empat hektare.

Namun berdasarkan catatan yang ada, lahan tersebut masih dalam sengketa antara Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dengan salah satu pihak swasta.

“Karenanya, jika lahan itu yang dibidik TNI-AL, hal ini harus kita kaji dan bahas secara intensif dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat termasuk pemerintah provinsi,” katanya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat