Mantan Kepala BPBD Mataram Ajukan Penangguhan Penahanan

Ilustrasi
Ilustrasi

kicknews.today Mataram – Mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, berinisial MH, yang menjadi salah satu tersangka kasus dugaan korupsi proyek budidaya rumput laut di tahun 2012, mengajukan penangguhan penahanan.

“Penangguhan penahanannya secara resmi sudah kita ajukan ke jaksa,” kata MH, melalui penasihat hukumnya AA Buana Putra di Mataram, Rabu (30/3).

Mantan Kepala BPBD Kota Mataram dalam proyek yang nilainya mencapai Rp2,1 miliar itu berperan sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA) sekaligus pejabat pembuat komitmen (PPK).

Selaku penanggung jawab dalam proyek tersebut, MH ditetapkan sebagai tersangka karena diduga telah melakukan penggelembungan dana dalam anggarannya. Hal itu dikuatkan setelah adanya kerugian negara yang di rilis tim audit BPKP Perwakilan NTB.

Kerugian negara yang nilainya mencapai Rp428 juta itu dimunculkan tim audit BPKP Perwakilan NTB berdasarkan hasil perhitungan tim ahli dari Universitas Mataram.

Buana Putra meminta pihak jaksa penyidik dalam penanganan perkara ini mendalami dugaan ada keterlibatan pihak lain.

“Di sini kami menduga ada turut serta pihak lain dalam dugaan yang dimunculkan jaksa penyidik, karena dalam pembentukan anggaran proyek ini tidak hanya BPBD Kota Mataram yang terlibat,” ujarnya.

Terkait hal itu, kasus yang dilimpahkan jaksa penyidik Kejati NTB ke tangan Kejari Mataram itu, melalui Kasi Pidsus Herya Sakti Saad, menuturkan bahwa pihaknya dipastikan akan mendalami kasus tersebut.

“Kita pastinya akan mendalami jika ada dugaan keterlibatan lain dalam kasus ini, tapi semuanya akan kita lihat dalam fakta persidangan nanti,” kata Herya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat