Kepala RSUP Hilang, Gubernur : Saya Lagi ‘Baca’

Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi (net)
Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi (net)

kicknews.today Mataram – Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH M Zainul Majdi belum mau menanggapi pertanyaan wartawan soal hilangnya Direktur Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB dr H Mawardi Hamri yang sudah hampir sepekan tidak diketahui keberadaannya.

Saat ditanya berulang-ulang oleh sejumlah wartawan terkait belum ditemukannya dr Mawardi Hamri setelah dilaporkan hilang secara misterius sejak Rabu (23/3) malam, orang nomor satu di NTB itu tetap memilih tidak menjawab pertanyaan wartawan.

“Saya lagi baca,” kata Gubernur Zainul Majdi di Mataram, Selasa (29/3).

Meski sudah didesak untuk menjawab pertanyaan sejumlah wartawan, Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi tetap tidak menjawab, dan dia hanya mengingatkan kalau dirinya sedang membaca.

Dokter H Mawardi Hamri, Direktur RSUP NTB, pergi dari rumah dinasnya di Kota Mataram pada Rabu (23/3) malam. Dilaporkan dia dijemput seseorang. Namun setelah hampir sepekan, hingga Selasa (29/3) dia belum kembali bahkan tidak diketahui keberadaannya.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin, mengimbau masyarakat untuk tidak cepat percaya terhadap spekulasi maupun isu yang berkembang tentang dr Mawardi Hamri.

Sebab, kata wagub, isu yang berkembang di tengah-tengah masyarakat yang mengaitkan dr Mawardi Hamri diculik, dijemput KPK terkait sejumlah proyek di RSUP NTB, belum bisa dibuktikan kebenarannya.

“Saya imbau masyarakat tidak percaya dengan spekulasi itu, seperti masalah yang terjadi di RSUP NTB, KPK, kemudian masalah-masalah lainnya menyusul hilangnya dr Mawardi Hamri,” kata Amin.

Kendati demikian, Amin secara pribadi mengaku aneh dengan hilangnya dr Mawardi karena kejadian seperti itu baru pertama kali terjadi menimpa seorang pejabat dengan status eselon II di NTB.

“Kita harap semua masyarakat untuk berdoa semoga dr Mawardi bisa kembali dalam keadaan selamat,” katanya.

Selain itu, Amin juga telah meminta aparat penegak hukum yang terlibat dalam pencarian Direktur RSUP NTB untuk mengintensifkan upaya pencarian.

“Kita sudah meminta kepolisian dan intelijen untuk terus mencari hingga ketemu,” ujarnya.

Menurut wagub, sejak dilaporkan hilang pada Rabu (23/3) malam, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan aparat penegak hukum seperti kepolisian dan TNI. Namun, hingga saat ini tanda-tanda keberadaan Direktur RSUP NTB itu belum juga ditemukan.

“Kalau ada dugaan Direktur RSUP ini hilang tidak normal (wajar, red.) kita meminta ini diselidiki serius,” kata wagub. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat