Dua Tersangka Kasus Rumput Laut Ditahan

Ilustrasi
Ilustrasi

kicknews.today Mataram – Dua tersangka kasus dugaan korupsi proyek budidaya rumput laut yang bernilai Rp2,1 miliar di tahun 2012 untuk wilayah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, ditahan pihak kejaksaan.

“Ada dua tersangka yang baru ditahan, mereka adalah mantan Kepala BPBD Kota Mataram berinisial MH dan subkontraktor dari CV Tanjung Pratama berinisial KH,” kata Kasi Pidsus Kejari Mataram Herya Sakti Saad kepada wartawan, Rabu (30/3).

Terhitung sejak Rabu (30/3) kedua tersangka resmi menjalani masa penahanan hingga 20 hari ke depan di Lapas Mataram. Sebelumnya, kedua tersangka beserta barang bukti dilimpahkan oleh jaksa penyidik dari Kejati NTB.

“Jadi, Kejari Mataram hanya menerima pelimpahan dari Kejati NTB dan nantinya penuntut umum yang akan ditunjuk langsung dari kami (Kejari Mataram).” ujarnya.

Diketahui, kasus ini mulai diusut Kejati NTB pada tahun 2013 setelah muncul adanya dugaan penggelembungan dana dalam anggaran yang direncanakan.

Atas dasar itu, jaksa penyidik Kejati NTB kemudian meminta tim ahli dari Universitas Mataram untuk melakukan perhitungan dan sudah mendapatkan nilai audit dari BPKP Perwakilan NTB.

“Ada kerugian negaranya, nilai yang dirilis BPKP mencapai Rp428 juta,” ucap Herya.

Saat masuk tahap penyidikan, jaksa penyidik Kejati NTB telah memunculkan tiga nama tersangka, yakni mantan Kepala BPBD Kota Mataram berinisial MH yang berperan sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA) sekaligus pejabat pembuat komitmen (PPK). Kemudian RU yang diketahui sebagai pemilik CV Tanjung Pratama dan KH dari subkontraktor. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat