in

Sungai Bukan ‘Tempat Sampah Raksasa’

Sekjen Badan Promosi Pariwisata Kota Mataram BP2KM Wahyudi Wirakarsa Muchlis, SST. Par berpose bersama Squidly Cole (kicknews)
Sekjen Badan Promosi Pariwisata Kota Mataram BP2KM Wahyudi Wirakarsa Muchlis, SST. Par berpose bersama Squidly Cole (kicknews)
Sekjen Badan Promosi Pariwisata Kota Mataram BP2KM, Wahyudi Wirakarsa Muchlis, SST. Par berpose bersama Squidly Cole (kicknews)

kicnews.today Mataram – Sekertaris Badan Promosi Pariwisata Kota Mataram (BP2KM) Yudhi Muchlis menegaskan bahwa sungai sebenarnya memiliki potensi dijadikan destinasi wisata baru untuk Kota Mataram. Namun melihat kondisinya sekarang tentunya itu bukan hal yang mungkin untuk direalisasikan dengan mudah.

Wajah aliran sungai dan bantarannya di hampir seluruh sungai yang ada di kota Mataram, sangat memprihatinkan. Tumpukan sampah menjadi pemandangan yang lumrah terlihat. Bahkan sudah tidak lagi mendapat atensi dari sebagian besar masyarakat yang menetap di bantaran sungai itu sendiri.

Sehingga puncak peringatan Hari Air Se-Dunia 2016 yang diselenggarakan di Ampenan Kota Mataram sabtu (26/3) baru lalu, tidak lagi dapat dipandang sebagai acara seremonial belaka. Karena selain adanya aksi nyata dari berbagai segmen masyarakat dan instansi pemerintah serta TNI dan POLRI, aksi tersebut sudah mampu menarik perhatian para aktifis lingkungan dari Manca Negara. Bahkan dari seorang artis kaliber dunia Squidly Cole, yang sengaja hadir untuk mendukung penuh aksi ini.

“Yang jelas melalui Hari Air Sedunia 2016 sabtu kemarin bukan seremonial saja. Harus dicatat dan dilaksanakan, sungai dan bantaran kali bukanlah tempat sampah raksasa. Kalau Sungai dan bantaran kali kita bersih, secara tidak langsung sungai dan kali kita akan menjadi DTW (Daerah Tujuan Wisata) yang mempunyai Objek Wisata Air dengan berbagai aktifitas sport tourism” ungkap pria yang akrab yang disapa yudi tersebut.

Yudi mengungkapkan juga apresiasinya terhadap kerja nyata yang telah dibuktikan oleh Komunitas Semeton Ampenan (SAMPAN), yang telah berbuat hampir selama 3 tahun terakhir, untuk mencoba menginisiasi publik untuk kembali mencintai sungai. Upaya yang dilakukan komunitas yang tentunya juga tidak lepas dari sukungan Pemerintah Kota Mataram ini, telah tampak menuai hasil yang cukup menggembirakan. Bukti paling anyarnya adalah terlibatnya aktifis pemerhati lingkungan tersebut.

“Patut kita apresiasi, kerja keras Semeton Ampenan atas tawaran diri Squidly Cole ke Mataram untuk mengkampanyekan ini (upaya bersih sungai jangkuk) ini sebagai cambuk bagi kita, bahwa musisi kelas dunia perduli sama keindahan kota mataram. Jelas multiplayer effect dari kegiatan tersebut (akan) menjadikan pariwisata kota mataram terpromosikan” tandas Yudhi.

Dari pemantauan kikcnews saat Squidly Cole tengah menghibur semua yang hadir dari panggung terapung di Sungai Jangkuk Ampenan, sudah tak dapat terhitung berapa kali ia menyebut nama Kota Ampenan dan mengajak semua untuk bersama mengangkat Ampenan lebih maju kedepannya.

“up, up, up, up, Ampenan,… up, up like what?,… Ampenan” teriakan Squidly Cole dari pengeras suara even Suara Sungai 4 sabtu kemarin.*

Tinggalkan Balasan