Kasus Pembobolan Tabungan Nasabah Bank Di Mataram Naik Tahap Penyidikan

Ilustrasi
Ilustrasi

kicknews.today Mataram – Kasus pembobolan tabungan nasabah PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Cabang Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang nilainya diduga lebih dari Rp8 miliar, kini naik ke tahap penyidikan.

Tim Cyber Crime Polda NTB melalui Kabid Humas AKBP Tri Budi Pangastuti di Mataram, Senin, mengatakan, pihaknya telah meningkatkan kasus tersebut ke tahap penyidikan setelah sebelumnya melakukan serangkaian kegiatan penyelidikan yang cukup panjang.

“Berdasarkan hasil gelar perkara, kasus ini sudah resmi dinaikkan ke tahap penyidikan,” kata Tri Budi.

Sehingga, lanjutnya, dugaan yang memenuhi unsur pidananya sudah tertuang dalam sejumlah pasal yang di atur dalam perkara “cyber crime”. Namun, dalam peningkatan tahap kasusnya, tim penyidik belum menyebutkan tersangka.

Melainkan, tim penyidik dikatakannya hingga saat ini masih merampungkan seluruh pasal yang dilanggar pelaku. “Kita dalami terus untuk menetapkannya, pasal-pasal apa saja yang diduga telah dilanggar, ini masih dalam proses perampungan,” ujarnya.

Diketahui, kasus dugaan pembobolan tabungan senilai Rp8 miliar itu dilaporkan langsung oleh Kepala Departemen Investigasi dan Disiplin Karyawan Bank Muammalat Cabang Mataram.

Sehubungan hal itu, tim penyidik telah mengumpulkan keterangan yang menjadi dasar dugaan unsur pidananya, baik dari pihak pelapor maupun sejumlah pegawai dari PT Bank Muamalat Indonesia Tbk yang ada di pusat dan di Cabang Mataram.

Selanjutnya, terkait dengan pihak yang dilaporkan yakni pria berinisial DN, salah seorang pegawai PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Cabang Mataram, dikatakan belum bisa ditetapkan sebagai tersangka. Melainkan, hal itu akan menunggu kembali kepastian dari tim penyidik.

Diketahui, kasus dugaan pembobolan tabungan milik 19 nasabah itu awalnya dilaporkan oleh nasabah ke pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan NTB pada pertengahan Desember 2015.

Namun karena terkesan lamban, pihak Bank Muammalat Cabang Mataram pun ikut turun dan kemudian melaporkannya ke Polda NTB. Laporan itu disertai dengan adanya dugaan keterlibatan salah seorang karyawan berinisial DN. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat