in

16 Orang Bekas Anggota Gafatar Mataram Di Pulangkan

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

kicknews.today Mataram – Sebanyak 16 orang warga Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, yang merupakan bekas anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) akan dipulangkan ke kampung halamannya.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Mataram Rudi Suryawan di Mataram, Senin, mengatakan 16 orang tersebut saat ini masih ditampung di Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC) Mataram atau di Transito Majeluk.

“Enam belas orang bekas anggota Gafatar ini merupakan bagian dari 64 orang anggota Gafatar asal NTB dipulangkan dari Desa Sebulu Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, beberapa hari lalu,” sebutnya.

Menurutnya, dalam upaya mengembalikan 16 orang bekas anggota Gafatar itu, Bakesbangpol Kota Mataram akan bekerja sama dengan camat, lurah serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Mataram.

Tujuannya untuk melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap aktivitas yang dilakukan 16 orang itu setelah berada di kampung halaman masing-masing.

“Kami bahkan akan mengajak kepala lingkungan dan masyarakat sekitar untuk bisa melakukan pengawasan terhadap aktivitas mereka setelah kembali ke kampung halamannya,” kata Rudi.

Meskipun, katanya, dari hasil dialog yang dilakukan terhadap bekas anggota Gafatar itu, mereka mengakui kalau masih ragu kembali ke kampung halamannya karena khawatir tidak diterima oleh warga sekitar.

“Prinsipnya, selama mereka tidak menyalahi syariat Islam, tidak menyebarkan ajaran-ajaran sesat dan bisa berbaur, Insha Allah pasti warga akan menerima,” katanya.

Di sisi lain Rudi menyebutkan, berdasarkan data kependudukan yang ada, dari 16 orang bekas anggota Gafatar yang terdaftar dengan kartu tanda penduduk (KTP) Kota Mataram, hanya empat orang yang benar-benar warga Kota Mataram, sisanya merupakan warga dari luar kota bahkan luar daerah.

“Seperti Robidin punya KTP Mataram karena sekolah di Mataram, dan sekarang ingin pulang ke Brebes, Jawa Tengah, begitu juga Gunawan Punto Wibisono namun dia ingin tinggal di Mataram,” katanya.

Selain itu, ada juga yang berasal dari Labuapi Kabupaten Lombok Barat, dan Praya Tengah Kabupaten Lombok Tengah.

Sedangkan empat warga Kota Mataram di antaranya Ahmad Fadli asal Lingkungan Gatep Kecamatan Ampenan dan Saifudin dari Dasan Lekong, Rembiga, Kecamatan Selaparang berkeinginan kembali ke kampung halamannya.

“Proses pemulangan 16 orang bekas anggota Gafatar ini besok (Selasa 29/3) masih akan kita koordinasikan dengan Bakesbangpoldagri NTB,” katanya.

Di samping itu, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Mataram guna mengomunikasikan solusi terhadap masalah sosial yang dihadapi warga bekas anggota Gafatar itu.

“Mungkin ada pembinaan berupa pelatihan, atau solusi lain termasuk warga yang ingin tinggal di Mataram tetapi tidak punya rumah,” ujarnya.

Rudi menilai, keterlibatan 16 orang warga ini menjadi bagian dari Gafatar karena dipengaruhi faktor ekonomi, sehingga mereka terpengaruh dengan iming-iming anggota Gafatar lainnya. (ant)

What do you think?

1000 points
Upvote Downvote

Tinggalkan Balasan