Mendagri Pecat Bupati Pengguna Narkoba

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo (Ist)
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo (Ist)

kicknews.today Jakarta – Untuk pertama kalinya, Kementerian Dalam Negeri langsung memecat seorang kepala daerah yang tersangkut kasus pidana, tanpa harus menunggu proses hukum selesai yang biasanya memakan waktu hingga tahunan.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo langsung menandatangani surat pemecatan Ahmad Wizar Nofiadi Mawardi sebagai Bupati Ogan Ilir, Sumatera Selatan karena terbukti memakai narkoba.

“Surat pemberhentian secara tidak hormat sebagai bupati sudah saya tanda tangani dan mudah-mudahan besok, Kamis (17/3) suratnya sudah dikirim,” kata Tjahjo Kumolo seusai membuka Rapat Koordinasi Nasional Kependudukan dan Pencatatan Sipil di kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (16/3) malam.

Tjahjo Kumolo menuturkan dasar pemberhentian Bupati Ogan Ilir sudah jelas, yakni tertangkap tangan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) karena terbukti menggunakan narkotika.

“Dengan tertangkap tangan, otomatis di pecat langsung. Apalagi tes urine yang bersangkutan sudah selesai dan terbukti menggunakan narkotika. Bahkan, BNN pun akan melakukan penggeledahan di rumah pribadinya untuk mencari bukti lagi,” ucapnya.

Menurut Mendagri, pemberhentian Ovi dari jabatannya sebagai bupati karena terbukti menggunakan narkotika, sehingga tidak bisa disamakan dengan perbuatan korupsi yang untuk proses pemberhentiannya harus menunggu keputusan hukum tetap dari pengadilan.

“Jadi ini sudah terbukti narkotika, ada hasil tes urinenya, juga akan ada tes rambut, dan darah. Tetapi, kalau tertangkap tangan karena korupsi lain lagi, harus menunggu sampai ada keputusan tetap dari pengadilan baru ada pemberhentian,” ujarnya.

Menindaklanjuti hal itu, pada Gubernur Sumsel Alex Noordin secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri RI Nomor 131.16.3029 tanggal 18 Maret 2016. Penyerahan SK Menteri Dalam Negeri ini berarti Ilyas Panji Alam yang menjabat Wakil Bupati Ogan Ilir masa bakti 2016-2021 resmi menjadi Pelaksana Tugas Bupati Ogan Ilir menggantikan Ahmad Wazir Nofiadi Mawardi yang telah diberhentikan oleh Menteri Dalam Negeri.

Penyerahan SK Menteri Dalam Negeri itu berlangsung di ruang rapat Bina Praja, Pemrov Sumatera Selatan, Senin 21 Maret 2016 pukul 14.15 WIB.

“Sejak hari ini Wakil Bupati Ilyas Panji Alam menjadi Pelaksana Tugas Bupati Ogan Ilir,” ucap Gubernur dalam sambutan penyerahan SK Mendagri itu.

Prihatin Penangkapan Ahmad Wazir Nofiadi Mawardi mengundang keprihatinan semua pihak mulai dari akamemisi hingga politisi di Tanah Air. Kasus ini tragis karena Bupati ini belum seumuran jagung menjabat. Dia pun masih berusia 27 tahun.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara Dr Pedastaren Tarigan sangat prihatin atas penangkapan Nofiadi. “Seorang Bupati Ogan Ilir Ahmad Wazir Nofiandi yang tersangkut kasus narkoba, benar-benar sangat memalukan dan merusak nama baik pejabat yang selama ini selalu dihormati rakyatnya,” tukas Pedastaren di Medan, pekan lalu.

Penangkapan itu merupakan catatan sejarah bagi Pemerintah Indonesia.

“Apalagi, dilakukan terhadap seorang pemimpin termuda yang baru saja satu bulan lamanya dilantik menjadi Bupati Ogan Ilir. Ini mengejutkan rakyat Indonesia,” ujar Pedastaren.

Dia menyebutkan sejumlah partai politik (Parpol) maupun masyarakat yang turut mendukung bupati tersebut, merasa kecewa berat dan tidak menduga akan terjadi peristiwa seperti itu.

“Apakah masyarakat selama ini tidak mengetahui bahwa orang mereka hormati itu, ternyata tidak lain pengguna narkoba,” imbuhnya.

Bahkan, jelasnya, ada orang dekat atau kepercayaan bupati tersebut, yang selalu menyediakan barang terlarang itu, agar bisa digunakan Nofiandi.

Keprihatinan yang sama disampaikan oleh Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem). “Penangkapan Bupati itu merupakan satu hal yang memilukan, menyedihkan dan memalukan,” kata Surya Paloh usai menghadiri Konsolidasi Kader Partai NasDem se-Kalimantan Timur di Samarinda, beberapa waktu lalu.

Surya mengibaratkan bupati itu berasal dari Partai NasDem maka dirinya sudah tidak dapat membayangkan untuk bertemu atau berbicara dengan tersangka narkoba itu.

“Peristiwa ini di luar batasan toleransi yang tidak bisa dipahami,” tegas Surya seraya menambahkan peristiwa penangkapan kepala daerah untuk kasus narkoba jarang terjadi.

Menurut pengusaha media itu, narkoba tidak hanya merusak generasi bangsa saat ini, namun satu hingga tiga generasi bahkan menghancurkan peradaban.

Langsung Jadi Bupati Kendati Ilyas Panji Alam masih sebagai Pelaksana Tugas, namun Kementerian Dalam Negeri menyatakan Ilyas sebenarnya sudah langsung menjadi Bupati Ogan Ilir sejak Ahmad Wazir Noviadi Mawardi diberhentikan dengan tidak hormat.

Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri Dodi Riyadmadji menjelaskan biasanya, jika kepala daerah diduga melakukan perbuatan tercela, maka yang bersangkutan dinonaktifkan hingga ada keputusan hukum tetap, namun untuk kasus Bupati Ogan Ilir, yang kedapatan mengonsumsi narkoba, Mendagri Tjahjo Kumolo langsung memberhentikan yang bersangkutan secara tidak hormat atas dasar masalah narkoba yang sudah tidak bisa ditoleransi.

“Oleh karena itu dalam kasus ini Wakil Bupati yaitu Pak Ilyas Panji juga langsung diberhentikan dari posisi Wakil Bupati dan langsung menjadi Bupati Ogan Ilir,” tutur Dodi.

Proses selanjutnya, kata dia, mencari Wakil Bupati Ogan Ilir pendamping Ilyas Panji, di mana partai pengusung Ilyas Panji akan mengusulkan dua nama kepada DPRD setempat.

Kemudian DPRD akan memilih satu nama yang akan mendampingi Ilyas Panji.

“Jika DPRD sudah memilih satu nama, nanti Gubernur Sumatera Selatan akan mengusulkan kepada Menteri Dalam Negeri agar dilantik,” papar dia.

Dengan adanya Bupati dan Wakil Bupati Ogan Ilir yang baru dan definitif, maka tidak ada lagi celah bagi Ahmad Wazir Noviadi Mawardi untuk kembali berkuasa.

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat