Peran Masyarakat Strategis Dalam Pemberantasan Narkoba Melalui Dunia Cyber

Ilustrasi-cybercrimeonline-3-140507

Opini – Narkotika merupakan kelompok senyawa yang umumnya memiliki risiko kecanduan bagi penggunanya. Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran dan menghilangkan rasa atau mengurangi rasa dari syaraf indera manusia.

Narkotika juga dikenal dengan nama “narkoba” atau singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya, dan juga “napza” atau singkatan dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif. Menurut pakar kesehatan, narkoba sebenarnya adalah senyawa-senyawa psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu (dengan resep rujukan). Namun kini persepsi itu disalahartikan akibat pemakaian di luar peruntukan dan dosis yang semestinya.

Narkotika jika disalahgunakan atau digunakan tidak sesuai dengan standar pengobatan dapat menimbulkan akibat yang sangat merugikan bagi perseorangan atau masyarakat khususnya generasi muda dan dampak yang ditimbulkan juga sangat kompleks dan luas tidak hanya terhadap pelakunya, tetapi juga menimbulkan beban psikologis, sosial dan ekonomis bagi orang tua dan keluarganya, serta menimbulkan dampak yang merugikan terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat, bangsa dan umat manusia. Hal ini akan lebih merugikan jika disertai dengan penyalahgunaan dan peredaran terhadap narkotika yang dapat menyebabkan bahaya yang lebih besar bagi kehidupan dan nilai-nilai budaya bangsa yang pada akhirnya akan melemahkan ketahanan nasional.
Kemajuan teknologi internet saat ini sangatlah pesat, dunia internet yang lebih dikenal dengan istilah dunia cyber merupakan dunia pertemuan berbagai system informasi dan komunikasi yang memotong batasan-batasan regional, budaya, waktu dan kecepatan. Dalam dunia internet atau cyber tersebut saat ini dimanfaatkan masyarakat luas untuk melakukan pengiriman pesan-pesan, surat elektronik atau email maupun sebagai sharing foto, suara dan video dalam suatu komunitas yang lebih dikenal dengan nama media sosial. selain sebagai media sosial seperti facebook, twitter, path , instagram, para pelaku kejahatan saat ini sudah menggunakan media sosial dunia cyber untuk melancarkan transaksi bisnisnya. Modus kejahatan dunia cyber ini sudah menjadi umum dalam pandangan masyarakat.

Pada dasarnya jenis dan bentuk kejahatan baik dalam dunia nyata maupun dalam dunia cyber selalu berkembang dari waktu ke waktu seiring dengan dinamika sosial yang berkembang dalam masyarakat. Pola dan modus kejahatan juga kian berkembang sebagai dampak kemajuan teknologi. Kompleksitas gangguan keamanan saat ini tidak lagi bersifat konvensional, namun telah berkembang dalam bentuk-bentuk kejahatan lintas negara (transnational crimes), seperti pembajakan (piracy), kejahatan pencucian uang (money laundering), perdagangan gelap narkotika dan senjata (illicit drugs and arm), perdagangan manusia (trafficking-in persons), penyelundupan barang (smuggling), kejahatan mayantara (cyber crime), illegal logging, illegal mining, illegal fishing hingga berkembangnya jaringan terorisme internasional.

Kejahatan (crime) merupakan bagian yang inherent dan selalu terjadi dalam kehidupan masyarakat. Menurut Emille Durkheim, kejahatan itu normal ada di semua masyarakat dan hampir tidak mungkin menghilangkan kejahatan dalam masyarakat. Kejahatan memiliki fungsi dan disfungsi dalam masyarakat. Kejahatan bersifat disfungsi karena memberikan efek yang merusak terhadap tatanan sosial, menimbulkan rasa tidak aman dan ketakutan serta menambah beban ekonomi yang besar bagi masyarakat. Selain bersifat disfungsi, kejahatan juga dapat memberikan efek positif bagi pembangunan fungsi sosial. Kejahatan dapat menumbuhkan rasa solidaritas dalam kelompok, memunculkan norma-norma atau aturan yang mampu mengatur masyarakat serta mampu memperkuat penegakkan hukum, serta menambah kekuatan fisik atau organisasi untuk memberantas kejahatan (Emille Durkheim, 1933).

Untuk memahami konsep dari pencegahan kejahatan, kita tidak boleh terjebak pada makna kejahatannya, melainkan pada kata pencegahan. Untuk memahami konsep dari pencegahan kejahatan, kita tidak boleh terjebak pada makna kejahatannya, melainkan pada kata pencegahan. Peran masyarakat aktif amaupun pasif baik di dunia nyata maupun di dunia cyber sangatlah berarti untuk memberantas kejahatan umunya maupun kejahatan perdagangan Narkotika melalui dunia cyber. Peran serta masyarakat sangat strategis dalam melihat gejala negatif pemanfaatan dunia cyber untuk dapat melaporkan kepada pihak berwajib baik secara langsung maupun secara tidak langsung, karena informasi tersebut sangat bermanfaat dalam upaya pemerintah memberantas narkoba yang yang tidak terpantau karena menggunakan dunia cyber. (oleh Zulfikar Akbar, ST : Praktisi Cyber)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat