in

Tuntaskan Pembangunan Pasar Mandalika, Diskoperindag Mataram Usulkan Dana 12 Miliar

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

kicknews.today Mataram – Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Dikoperindag) Kota Mataram telah mengusulkan dana tugas pembatuan sebesar Rp12 miliar untuk menuntaskan pembangunan Pasar Mandalika sebagai pasar percontohan di daerah ini.

“Untuk kelanjutkan pembangunan Pasar Mandalika, tahun ini kita tidak mendapatkan dana bantuan dari pemerintah sebab aturannya tidak memungkinkan pemberian bantuan terfokus satu tempat setiap tahun,” kata Kepala Bidang Perdagangan Diskoperindag Kota Mataram Uun Pujianto di Mataram, Kamis (24/3).

Karena itu, lanjutnya, dana alokasi khusus (DAK) tahun 2016 sebesar Rp3,2 miliar akan dialihkan untuk pembangunan Pasar Perumnas yang merupakan pasar tradisional sejak tahun 1978 dan tidak pernah direnovasi.

Sementara, untuk proses pembangunan Pasar Mandalika percontohan pihaknya telah bersurat dan memohon dana TP sebesar Rp12 miliar.

Rencananya, dana yang diusulkan sebesar Rp12 miliar itu akan digunakan untuk membangun satu los pasar, 14 kios, termasuk untuk penataan jalan dan drainase.

“Di Pasar Mandalika saat ini sudah terbangun enam los dan 68 kios yang sudah dimanfaatkan oleh pedagang,” sebutnya.

Sementara menunggu persetujuan dana TP untuk Pasar Mandalika, pihaknya akan melakukan kegiatan penataan pasar dengan pemasangan paving block dan drainase dengan menggunakan dana yang bersumber dari APBD Kota Mataram sebesar Rp200 juta.

“Harapannya, setelah penataan sebagian pasar rampung kita laksanakan, dana TP bisa turun dan segera dilakukan proses pembangunannya sesuai target,” kata Uun.

Ia mengatakan, Pasar Mandalika menjadi salah satu pasar di Indonesia sebagai “pilot project” pasar sehat dan higienis dari Kementerian Perdagangan sejak tahun 2012.

Kebijakan pemerintah itu diambil untuk menjaga pertumbuhan pasar tradisional agar tidak tergerus dengan munculnya pasar modern.

Pembangunan Pasar Mandalika di atas lahan lebih dari satu hektare ditargetkan rampung tahun 2016 dan akan menjadi inspirasi pembangunan pasar-pasar trandisional lainnya di daerah ini.

Dalam penataan pasar, katanya, semua pedagang menempati satu unit los dengan ukuran 2 x 1 meter, dilengkapi dengan meja beton dan fasilitas kebersihan sampah.

“Tujuannya agar sampah yang dihasilkan pedagang bisa tertangani dengan baik, dan dapat dipilah serta diolah oleh para petugas kebersihan,” ucapnya. (ant)