in

Presiden Jokowi Ke Lombok Lagi

Presiden Jokowi beserta Istri saat kunjungan dalam rangka HPN 2016 Di Lombok (kicknews)
Presiden Jokowi beserta Istri saat kunjungan dalam rangka HPN 2016 Di Lombok (kicknews)
Presiden Jokowi beserta Istri saat kunjungan dalam rangka HPN 2016 Di Lombok Tengah beberapa waktu lalu (kicknews)

kicknews.today Mataram – Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Erica Zainul Majdi melakukan rapat dengan Kepala BPMPD terkait Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-44 tahun 2016 di Pendopo Barat Gubernur NTB, Selasa (22/3).

Pertemuan yang dihadiri oleh Kepala BPMPD Provinsi NTB Bacharudin, M. Pd dalam rangka memberikan laporan terkait pelaksanaan HKG-PKK di Provinsi NTB. Provinsi NTB terpilih sebagai pusat pelaksanaan HKG-PKK 2016 yang akan dirangkai dengan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM), Gelar Teknologi Tepat Guna, dan Pekan Inovasi Nasional Desa.

“Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi meminta pelaksanaan event tersebut pada bulan oktober. Tetapi kita tidak bisa penuhi karena waktunya berdekatan dengan MTQ nasional. Oleh karena itu, event tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 2-8 November 2016,” jelas Bachrudin.

Lebih lanjut, Bachrudin menyampaikan pelaksanaan HKG-PKK akan diisi beberapa kegiatan seperti lomba-lomba dan pameran. HKG-PKK tahun 2016 yang mengangkat tema Temu Nasional Gerakan Desa Membangun Indonesia Melalui HKG-PKK akan dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo dan Istri.

“Saya menyampaikan pesan Ketua Umum TP. PKK agar TP. PKK Provinsi NTB harus turut aktif dalam pameran. Untuk lokasi pameran akan dilaksanakan di ex. Bandara Selaparang,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Erica Majdi ingin disiapkan 11 stand pameran untuk TP. PKK Kabupaten/Kota dan Provinsi pada pameran HKG-PKK 2016.

“Kalau bisa pada puncak acara diselipkan tentang profil provinsi NTB, kira-kira 3-5 menit,” ujar Erica Majdi.

Terkait Goddie Bag yang diberikan kepada undangan, Erica ingin jangan sampai ada leaflet atau pamflet yang sama/kembar.

“Harus diperhatikan leaflet dari masing-masing SKPD tidak ada yang kermbar. Selain itu, penunjuk jalan ke lokasi acara harus diperbanyak agar para undangan tidak kesulitan menemukan lokasi acara,” Pungkasnya