Hindari “Calo”, Dikpora Himbau Orang Tua “Karantina” Peserta UN

Ilustrasi
Ilustrasi

kicknews.today Mataram – Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Mataram H Sudenom meminta para orang tua peserta ujian nasional maupun ujian nasional berbasis komputer (UNBK) untuk mengarantina putra/putrinya guna menghidari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan menjelang ujian.

“Selama ujian nasional (UN) dan UNBK berlangsung, para orang tua sebaiknya mengarantina anak-anaknya,” katanya kepada sejumlah jurnalis di Mataram, Kamis (24/3).

Menurutnya, upaya karentina itu dimaksudkan tidak hanya untuk menghindari berbagai perbuatan tidak jujur siswa akan tetapi juga menghindari terjadinya hal-hal negatif terhadap siswa.

Hal negatif yang dimaksudkannya misalnya, siswa izin keluar rumah tetapi ternyata bertemu dengan “calo” yang menjanjikan memberikan soal ujian palsu atau sejenisnya.

“Jika hal ini terjadi, maka proses pelaksanaan UN sudah tidak jujur, padahal target kita dalam setiap kegiatan UN adalah UN berkualitas dan jujur,” katanya.

Karena itu, Sudenom mengimbau kepada semua calon peserta UN dan UNBK agar tidak percaya dengan “calo” yang menjanjikan bocoran soal UN apalagi jika “calo” tersebut meminta imbalan uang.

“Siswa hendaknya mengedepankan rasa percaya diri dengan tetap belajar untuk mendapatkan hasil maksimal,” katanya.

Apalagi untuk soal UNBK ini, semua peserta tidak akan mendapatkan soal yang sama, meskipun mereka duduk berdekatan, sebab soal UNBK diberikan secara acak.

Selain itu, lanjutnya, perlunya orang tua melakukan karantina terhadap putra/putrinya yang akan ikut UN, karena ada juga kekhawatirkan ketika siswa berada di luar rumah akan melakukan berbagai aktivitas negatif yang tidak dapat terpantau atau terkontrol oleh orang tua.

Misalnya siswa terpengaruh pergaulan bebas bahkan kecelakaan lalu lintas sehingga mengancam keberlanjutan pendidikan anak.

“Sangat disayangkan jika ada calon peserta UN yang akan berhadapan dengan berbagai masalah berat saat UN, apalagi sampai peserta tidak dapat mengikuti UN,” ujarnya.

Hal itu dikemukakannya karena pada pelaksanaan UN tahun sebelumnya terdapat siswa yang terpaksa mengikui UN di rumah sakit setelah mengalami kecelakaan lalu lintas.

“Untuk itulah, guru dan kepala sekolah harus terus memberikan imbauan kepada siswa, termasuk peran orang tua agar saat UN bisa meningkatkan pengawasan terhadap anaknya,” katanya.

Data Dikpora Kota Mataram menyebutkan, jumlah peserta UN dan UNBK tingkat SMA/MA, dan SMK/sederajat di Kota Mataram sebanyak 7.061 orang siswa yang tersebar pada 11 rayon se-Kota Mataram.

UN dan UNBK tingkat SMA/MA sederajat dilaksanakan pada tanggal 4-6 April, tetapi untuk tingkat SMK dilaksanakan hingga tanggal 7 April 2016, karena terdapat mata ujian khusus bagi siswa SMK. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat