in

Berani Jambret? Nasib Tragis Seperti Ini Akibatnya…!!!

Pelaku jambret apes yang akhirnya diamuk massa (kicknews)
Pelaku jambret apes yang akhirnya diamuk massa (kicknews)
Pelaku jambret apes yang akhirnya diamuk massa (kicknews)

kicknews.today Selong Lombok Timur – Setiap perbuatan, pasti ada ganjarannya. Demikian juga aksi kejahatan, terkadang sebelum diproses pidana, pelaku diganjar hukum rimba. Sebagaimana dialami dua pemuda apes ini, terkapar dan salah satunya kritis dihakimi massa Rabu (23/3) TKP Selong, Lombok Timur.

Kejadian sekitar pukul 20.00 wita, bertempat di gang samping pegadaian Selong, tepatnya di Lingkungan Lauk Masjid Kelurahan Pancor, Lotim.

Korban Artina Dewi Firmaswari (19), mahasiswi asal lingkungan Karang Sukun Selong. Kronologis kejadian, saat itu korban menunggu adiknya yg sedang mengambil foto copy-an. Sembari menunggu adiknya, korban duduk di atas motor yamaha mio J sambil main Tab warna putih. Tanpa disadari tiba tiba Rusman alias Edem (26) asal kampung Mandar Desa Pijot Kecamatan Keruak, berboncengan dengan temannya menggunakan sepeda motor Satria FU pretelan, menyambar Tab dari tangan korban. Terkejut, korban langsung berteriak. Karena panik, pelaku mengeluarkan sebilah pisau dan mengancam korban.

Mendengar ada teriakan, warga langsung mengejar dan menghakimi pelaku. Massa yang berjumlah semakin banyak tak bisa dibendung. Ada yang menghajar dengan kepalan tangan dan tendangan kaki, sebagian menggunakan benda di sekitarnya.

Kedua pelaku pun terkapar, sampai akhirnya personel polisi tiba. Satu pelaku diamankan ke Mapolres, satu lagi dilarikan ke IGD karena kondisinya luka parah. Akibat luka sangat parah di bagian kepala, pelaku bernama Edem dalam kondisi kritis dan masih dalam perawatan di rumah sakit Selong.

Kapolres Lombok Timur AKBP Karsiman SIK membenarkan mengenai peristiwa tersebut dan mengatakan bahwa ternyata setelah dilakukuan investigasi, salah seorang dari pelaku yang diamuk massa masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus pemerkosaan di Desa Montong Tangi beberapa waktu yang lalu.

“Yang satu sudah kita amankan di Polres dan satu lagi yang merupakan DPO kita dalam kasus pemerkosaan masih dirawat di Rumah Sakit karena dalam kondisi kritis” ungkapnya. *