Bendera Aneh Berkibar di Villa Pantai Kute Bikin Penasaran Polisi

Bendera aneh, merah tua dan putih yang dikibarkan di salah satu villa di pantai kute (kicknews)
Bendera aneh, merah tua dan putih yang dikibarkan di salah satu villa di pantai kute (kicknews)

kicknews.today Aparat sedang sensitif soal bendera dengan warna dan gambar tak lazim. Jika didapati bendera aneh, siap siap diinterogasi aparat.

Itu terjadi Rabu (23/3), sekitar pkl. 15.00 Wita di lokasi Beach Balcony Villa milik Ketut. Villa itu membuat penasaran Kanit Intel Polsek Kuta, Bhabinkamtibmas Desa Kuta serta Kades Kuta terkait, lantas mendatangi lokasi. Sebab ada informasi awal tentang adanya pengibaran bendera aneh, bukan bendera merah putih, lambang NKRI lazimnya.

Hasil pengecekan, ditemukan bendera berwarna merah kecoklatan pada bagian atas dan Putih dibagian bawah. “Saksi saksi langsung dimintai keterangan soal bendera itu,” kata Kabid Humas Polda NTB, AKBP Tribudi Pangastuti siang kemarin.

Hasil pengecekan, bendera tersebut dikibarkan di bagian belakang villa. Keterangan saksi Muhammad Jafar Jaylani, SH (57), Asal Bandung Barat yang tinggal di villa itu. Saksi mengatakan, bendera tersebut merupakan bendera “Majapahit” yang sengaja didatangkan dari Solo, Jawa Tengah.

Muhammad Jafar juga menambahkan, sebenarnya Selasa (22/03) lalu, sekitar pukul 10.00 Wita, Villa itu dijadikan lokasi upacara bendera dalam rangka menyambut “Era Kejayaan Majapahit II”. Kegiatan diikuti oleh sekitar 100 Orang yang merupakan anggota organisasi yang disebut Sansaimon B. Muri Fondation Ltd. (SBMF) pusat, bergabun dengan perwakilan SBMF se-NTB.

Tidak hanya Jafar yang dimintai keterangan. Keterangan lainnya dari Habib Muhammad Ali Godri, kegiatan Upacara pengibaran bendera tersebut diakui sebagai kegiatan seremonial yg menandakan dimulainya rencana investasi SBMF. Organisasi yang berkantor pusat di Nevada-Amerika.

“Adapun tujuan dari SBMF tersebut adalah untuk membantu pemerintah dibidang penanaman modal, membangun fasilitas pariwisata serta pembangunan infrastruktur lainnya di NTB,” demikian dalih Ali Godri, sebagaimana dikutip Kabid Humas. (*)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat