7.061 Siswa Mataram Siap Ikuti Ujian Nasional

Ilustrasi
Ilustrasi

kicknews.today Mataram – Sebanyak 7.061 orang siswa tingkat SMA/MA, dan SMK/sederajat di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, siap mengikuti ujian nasional baik reguler maupun ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Mataram H Sudenom di Mataram, Kamis, mengatakan jumlah peserta ujian nasional (UN) sebanyak 7.061 orang itu tersebar pada 11 rayon di enam kecamatan se-Kota Mataram.

Dengan jumlah peserta UN itu, sekolah telah menyiapkan ruangan ujian sebanyak 379 ruangan, dengan 616 pengawas.

“Jadi satu ruang kelas ujian ditempatkan dua orang pengawas,” katanya.

Dikatakan, UN dan UNBK tingkat SMA/MA sederajat dilaksanakan pada tanggal 4-6 April, tetapi untuk tingkat SMK dilaksanakan hingga tanggal 7 April 2016, karena terdapat mata ujian khusus bagi siswa SMK.

Menurutnya, dari hasil evaluasi “try out” yang telah dilaksanakan baik untuk sekolah yang melaksanakan UN maupun UNBK hasilnya sudah cukup baik.

“Termasuk nilai hasil ‘try out’ rata-rata berada di atas standar nasional yakni 5,5,” katanya.

Karena itu, untuk pelaksanaan UN dan UNBK tingkat SMA/sederajat tahun 2016, Dikpora menargetkan tingkat kelulusan sebesar 100 persen dengan kualitas yang bagus dan jujur.

Akan tetapi, angka 100 persen itu tidak boleh dipaksakan oleh para guru maupun kepala sekolah.

“Kualitas kelulusan sangat penting, kerena itu jika sekolah belum bisa meluluskan 100 persen jangan dipaksakan, sebab kita ingin menciptakan UN berkualitas dan jujur,” katanya.

Sementara khusus untuk sekolah yang akan melaksanakan UNBK yakni SMAN 1, SMAN 5, SMKN 1, SMKN 3, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 dan MAN 2 Mataram, beberapa hari lalu pihaknya telah melakukan gladi pemantapan sistem dan jaringan, semuanya berjalan lancar.

“Kekhawatiran kita hanya satu, yakni masalah listrik. Kami sudah bersurat ke PLN agar selama kegiatan UN dan UNBK, PLN tidak memadamkan listrik,” katanya.

Kendati, lanjutnya, semua sekolah pelaksana UNBK sudah menyiapkan genset namun Dikpora tetap khawatir karena suara genset juga pasti akan mengganggu konsentrasi siswa, proses pemasangan genset juga bisa memotong waktu pengerjaan soal.

“Oleh sebab itu, kita berharap PLN bisa memberikan konstribusinya agar tidak memadamkan listrik saat UN berlangsung,” katanya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat