TNI AL Mataram (Ingin) Pindah Markas

ilustrasi

kicknews.today Mataram – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, segera melakukan kajian terhadap usulan TNI-AL yang ingin pindah dan membuat markas baru di kawasan Lingkar Selatan, Kelurahan Tanjung Karang, Mataram.

“Usulan itu, butuh kajian dan koordinasi lebih intensif baik dengan pemerintah provinsi, maupun pemerintah Kabupaten Lombok Barat,” kata Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Mataram Lalu Martawang di Mataram, Selasa (22/3).

Hal itu disampaikan Lalu Martawang seusai mendampingi Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana bertemu dengan Komandan Pangkalan TNI AL Mataram Kolonel Marinir Rahmat bersama jajarannya untuk membahas tentang proses pembangunan Stadion Malomba dan wacana pemindahan markas TNI-AL ke jalan lingkar selatan.

Dikatakannya, dari hasil pertemuan itu, pihak TNI-AL membidik lahan dekat Taman Loang Baloq yang merupakan lahan milik Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dengan luas sekitar empat hektare.

Namun berdasarkan catatan yang ada, lahan tersebut masih dalam sengketa antara Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dengan salah satu pihak swasta.

“Karenanya, jika lahan itu yang dibidik TNI-AL, hal ini harus kita kaji dan bahas secara intensif dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat termasuk pemerintah provinsi,” katanya lagi.

Martawang menyebutkan, salah satu alasan TNI-AL membidik kawasan Lingkar Selatan itu, karena ke depan alur laut internasional yang menggunakan Selat Lombok akan semakin ramai sehingga dibutuhkan pertanahan yang lebih kuat.

Hal ini tentu, tidak sederhana karena hal itu terkait juga dengan tata ruang, meskipun dari kajian Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terhadap keamanan dari pelabuhan dikawasan sembilan kilometer Pantai Ampenan direkomendasikan BPPT adalah sekitar kawasan Loang Baloq.

Sementara terkait dengan lahan bekas markas TNI-AL saat ini, pihak TNI-AL mengusulkan agar lahan itu dapat dimaksimalkan menjadi sekolah maritim.

“Inilah yang juga menjadi bagian yang harus dipertimbangkan untuk kita pikirkan bersama bagaimana solusi terbaik,” katanya.

Sedangkan terkait dengan Stadion Malomba, pemerintah kota mengusulkan kepada TNI-AL agar tembok lama bagian depan dan samping stadion bisa dirobohkan agar stadion baru bisa terliat jelas.

Dengan demikian, pemerintah kota dapat segera melakukan penataan pedestrian di kawasan itu sekaligus melakukan penataan pedagang kaki lima (PKL).

“Jika sudah kita tata, PKL Taman Adipura akan kita pindah ke pinggir stadion sehingga tidak lagi berjualan di pinggir jalan Taman Adipura yang selama ini banyak mendapat keluhan karena menjadi penyebab macetnya arus lalu lintas,” katanya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat