in

Tak Lagi Representatif, Pemprov NTB Wacanakan Pemindahan Imigrasi Mataram

kantor imigrasi mataram (net)
kantor imigrasi mataram (net)
kantor imigrasi mataram (net)

kicknews.today Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mewacanakan pemindahan kantor Imigrasi Kelas I Mataram karena dinilai sudah tidak lagi representatif untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kalau kantor Imigrasi, di mana pun di bangun pasti dicari masyarakat. Tetapi yang jadi kendala, keberadaan kantor ini terkesan mengganggu kelancaran lalu lintas,” ungkap Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda NTB, HL Gita Ariadi di Mataram, Selasa (22/3).

Menurut Gita, keberadaan Kantor Imigrasi kelas 1 Mataram, yang ada dijalan Udayana, dianggap sedikit menimbulkan gangguan lalu lintas. Karena, kendaraan masyarakat yang hendak mengurus dokumen keimigrasian terparkir di pinggir jalan, sehingga mempersempit badan jalan.

Hal ini belum ditambah keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di Kantor Imigrasi Mataram yang menambah semrawut di jalan Udayana. Terlebih lagi menjelang pelaksanaan MTQ 2016 pemerintah provinsi menginginkan di kawasan itu sudah terbebas dari PKL. Sehingga perlu ditata ulang, diwilayah jalan lingkar selatan atau lingkar utara.

Namun demikian, kata Gita, rencana pemindahan itu harus terlebih dahulu memiliki tempat yang refresentif, sehingga kepengurusan dokumen bisa diselesaikan.

“Kalau bisa dipindah saja, tapi itu kebijakan pusat karena Imigrasi merupakan lembaga vertikan bukan di daerah,” jelasnya.

Kepala kantor Imigrasi Kelas 1 Mataram, H Hasanuddin mengakui lokasi bangunan yang ada saat ini diatas lahan sempit, tidak memiliki halaman parkir. Sehingga, dirinya sempat mengimbau kepada pegawai, pemohon dan masyarakat, kalau berkunjung tidak menggunakan roda empat, alangkah lebih bagus gunakan angkot.

Sementara terkait gedung dipindah, tidak mudah memindahkan bangunan, karena memerlukan kajian dari segala aspek ekonomi dan lainnya. Termasuk kemampuan anggaran dan itu semua ditentukan oleh pemerintah pusat.

Karena itu, kata Hasanudin, kalau adanya sentilan untuk diminta pindah, sampai saat ini belum ada rencana baik dari imigrasi maupun pusat atas pertimbangan membutuhkan anggaran besar untuk membuat gedung baru.

“Untuk pindah itu butuh perencanaan, lebih lagi persoalan anggaran,” katanya. (ant)

What do you think?

1000 points
Upvote Downvote

Tinggalkan Balasan