in

(Masih) Tentang Equinox, Cegah Heat Stroke Dengan Lakukan Hal Ini

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

kicknews.today Mataram – Dinas Kesehatan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengimbau masyarakat di daerah ini untuk banyak-banyak minum air putih guna menghindari dehidrasi sebagai dampak dari fenomena ekuinoks.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi di Mataram, Rabu (23/3), mengatakan, fenomena ekuinoks yang dikaitkan dengan kenaikan suhu tinggi dapat menyebabkan pusing-pusing dan heat stroke.

“Kekurangan cairan tubuh bisa membuat kita pusing-pusing bahkan jika terlalu sering kontak langsung dengan matahari penyakit heat stroke dapat menyerang,” sebutnya.

Terkait dengan itu, Usman berharap agar dalam beberapa hari ke depan, masyarakat dapat mengurangi aktivitas di luar ruangan sebagai upaya antisipasi menghindari dampak fenomena ekuinoks serta memperbayak minum air putih.

“Ekuinoks merupakan peristiwa apabila matahari tepat di atas khatulistiwa bumi, sehingga terjadi peningkatan suhu cuaca bahkan peningkatannya diperdiksi hingga sembilan derajat celsius,” katanya.

Sementara ditempat terpisah, Ketua Asosiasi Hotel Kota Mataram Reza Bovier yang dikonfirmasi terkait dengan tingkat hunian hotel selama terjadinya fenomena ekuinoks mengatakan, hingga saat ini kondisi pariwisata di Kota Mataram masih relatif stabil.

Reza menilai, fenomena ekuinoks yang diprediksi terjadi hingga sepuluh hari ke depan ini dapat menguntungkan bagi daerah NTB, karena cuaca panas sangat disenangi oleh wisatawan asing terutama dari Eropa dan Australia.

“Ini harus kita syukuri dan ini menjadi rezeki buat kita, terutama bagi teman-teman di resort,” sebutnya.

Ia menyebutkan, sejumlah hotel-hotel di dalam kota bahkan tetap ramai hingga akhir pekan ini. Bahkan, tingkat hunian hotel dari hari Senin (21/3) hingga Selasa (22/3) mencapai hampir 92 persen.

“Kalau dari tanggal 1 Maret sampai Selasa (22/3) malam, tingkat hunian hotel sudah mencapai 56 persen,” katanya.

Kondisi pariwisata tahun ini jauh lebih bagus dibandingkan tahun sebelumnya. Misalnya, di bulan Februari 2016, tingkat hunian mencapai 71 pesen, sementara tahun 2015 di bulan yang sama tingkat hunian hanya 32 persen.

“Kondisi itu terjadi karena adanya kebijakan pemerintah terhadap larangan pemerintah daerah melaksankaan kegiatan di hotel yang saat ini sudah dicabut,” ujarnya.