Jangan Main-Main! Polda NTB Bakal Lebih “Greng” Libas Peredaran Narkoba

Direktur Reserse Narkoba Polda NTB, Kombes Pol Haji Agus Sarjito didampingi Kabid Humas Polda NTB dan Kasubdit I Dit Narkoba Polda NTB (kicknews)
Direktur Reserse Narkoba Polda NTB, Kombes Pol Haji Agus Sarjito didampingi Kabid Humas Polda NTB dan Kasubdit I Dit Narkoba Polda NTB (kicknews)

kicknews.today Mataram – Genderang perang dengan peredaran naroba telah lama ditabuh pemerintah Indonesia, dan kali ini Direktorat Narkoba Polda NTB manyatakan sikap akan lebih proaktif dalam memerangi peredaran narkoba di wilayahnya menyusul operasi terpusat Bersih Sindikat Narkoba (Bersinar) yang telah dimulai oleh Mabes Polri dan beberapa Polda sejak tanggal 21 Maret Kemarin.

Direktur Reserse Narkoba Polda NTB, Kombes Pol Haji Agus Sarjito menerangkan dalam jumpa pers yang digelar Senin (21/3) kemarin, meskipun Polda NTB tidak termasuk dalam Polda yang ikut serta langsung dalam operasi tersebut namun sebagai pengimbang, pihaknya akan lebih aktif untuk menanggulangi peredaran narkoba.

“Kita tidak operasi namun kegiatan kita tingkatkan, baik kampanye dan sosialisasi maupun penindakan guna mengimbangi operasi yang dilakukan oleh pusat” ujarnya.

Agus Sarjito mengakui bahwa jajaranya masih mempuyai Pekerjaan Rumah (PR) yang tidak sedikit, terutama untuk membasmi para bandar besar yang ada di NTB dan sebagai pembina fungsi yang menaungi jajaran Polres se NTB dia mengatakan sudah memberi perintah untuk setiap personilnya meningkatkan penyelidikan untuk mengintai suplai dan modus peredaran narkoba yang selalu berubah-rubah.

“Ada beberapa pola yang dikembangkan para bandar hingga saat ini, seperti dilivery order, menggunakan jasa pengiriman barang, melalui penitipan ke jasa angkutan dan lain sebagainya yang kesemuanya itu harus lebih dalam diteliti oleh jajaran sehingga dapat menentukan keakuratan informasi untuk dilakukan penindakan” jelasnya.

Meski tidak langsung melakukan operasi bersinar di wilayah NTB, Agus menekankan bahwa dirinya dan seluruh kekuatan yang dimiliki satuannya akan turut serta meskipun itu terhitung sebagai kegiatan rutin, karena efek dari operasi di wilayah lain bisa jadi akan bergeser ke wilayah NTB seperti efek balon yang ketika ditekan disatu sisi, maka akan lari ke sisi lainnya.

“Kami tidak main2 dalam urusan perang terhadap peredaran narkoba ini, dengan kekeuatan yang ada kita akan gunakan maksimal sesuai arahan pimpinan untuk tetap dalam jalur yang benar dalam berperang melawan barang laknat ini” tegasnya.

Agus mengandaikan dengan mengangkat sebuah poketan shabu di tangnnya dan mengatakan kalau satu paket kecil saja bisa merusak sekitar 10 generasi muda di NTB kalau bandar dapat menyebarkan barang tersebut.

“Saya tidak ingin generasi kita jadi generasi yang letoy, linglung. Jangan sampai hal itu terjadi. Perang anti narkoba sudah lama kita tabuh, sudah kita genderangkan, saya tidak akan bosan2 untuk selalu melakukan penindakan”

Bahkan dia mengungkapkan bahwa barang laknat (narkoba) tersebut hukumnya haram bisa merusak generasi muda di NTB dan untuk itu, dirinya bersama jajarannya akan berupaya semaksimal mungkin memerangi peredaran narkoba.

“Kalau saya bisa bilang, cukup kenali (narkoba), tapi jangan pernah gunakan karena anda akan berurusan dengan kami” pungkasnya.*

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat