Proyek Halau Sampah BWS di Sungai Jangkuk “Gagal”

Penghalau sampah proyek BWS di sungai Jangkuk. Sampah sedang diangkat oleh PU Kota Mataram (kicknews)
Penghalau sampah proyek BWS NTB di sungai Jangkuk. Sampah sedang diangkat oleh petugas PU Kota Mataram (kicknews)

kicknews.today Mataram - Lebih dari 60 personil tenaga harian PU Kota Mataram terpaksa harus diterjunkan menanganani tumpukan sampah di hilir sungai jangkuk Ampenan, Selasa (22/3) tadi  sejak sekiar pukul 08.00 wita.

Sampah basah yg diperkirakan bervolume lebih dari 600 meter kubik itu, tertahan alat penghalau sampah yang dipasang oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) NTB sejak beberapa hari lalu.

Kadis PU Kota Mataram Mahmuddin Tura yang ditemui kicknews dilokasi saat proses pembersihan sedang berlangsung mengatakan, setidaknya dibutuhkan waktu 2 hari untuk membereskan tumpukan sampah itu.

“Paling tidak 2 hari-lah baru bisa beres dengan jumlah sampah segini banyak” ujar mahmuddin sambil melihat para pekerja berjibaku meminggirkan, mengangkat dan menaikkan sampah basah ke truk dam milik PU Kota Mataram, dari atas jembatan Ampenan.

Tak lama berselang terdengar teriakan riuh dari area pembersihan, ternyata tali baja alat angkut sampah yang dibangun oleh BWS putus. Nampaknya tidak kuat menahan beban sampah basah saat coba dioperasikan oleh salah seorang pekerja.

“Alat halau dan angkut ini dibuat BWS dan sampai saat ini belum ada koordinasi formal ke pemerintah Kota Mataram terkait operasional alat ini. Mungkin masih uji coba. Kami juga belum jelas seperti apa pola pengelolaannya” tegas Mahmudin.

Hal yang sama juga diakui juga oleh salah seorang pekerja yg sebelumnya memang ditugaskan Pemkot untuk menjaga jaring sampah di lokasi tersebut. Ia merasa tidak pernah diajak berkomunikasi tentang pemasangan alat ini sebelumnya. Setelah dipasang beberapa kali dan berhasil menghalau banyak sampah, tak pernah terlihat berhasil terangkut. Jadi beberapa kali alat penghalau terpaksa harus dibuka dan tumpukan sampah akhirnya tetap harus kembali mengalir terbawa arus ke pantai.

Sebelumnya dengan jaring sampah milik Pemkot, Pekerja PU secara rutin mengangkut sampah sungai yang terhalang jaring dan sejak terpasang alat BWS jaring tidak dipasang lagi namun petugas yang menangani alat itu tampaknya tidak ada.

Melihat kondisi sampah yang kontennya sangat bervariasi dengan jumlah yang kian membengkak dan mulai menyebarkan bau tak sedap hingga jarak yang cukup jauh, pemerintah Kota Mataram berinisiatif turun tangan mengatasi masalah ini.

“Ini inisiatif dari kami saja untuk turun langsung menangani sampah ini, tidak enak sama masyarakat kalau terus dibiarkan begini” pungkas Kadis PU Kota Mataram.*

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat