Belasan PKL Sandubaya Ditertibkan Pemkot Mataram

Penertiban PKL dijalan Datu Tuan wilayah kecamatan Sandubaya oleh Pol PP Kota Mataram dibantu Polsek Cakra dan Cakra, Senin (21/3). (kicknews)
Penertiban PKL dijalan Datu Tuan wilayah kecamatan Sandubaya oleh Pol PP Kota Mataram dibantu Polsek Cakra dan Koramil Cakra, Senin (21/3). (kicknews)

kicknews.today Mataram – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin (21/3) menertibkan belasan pedagang kaki lima (PLK) di Jalan Datu Tuan Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya.

Pertiban itu dilakukan oleh tim gabungan dari Pemerintah Kota Mataram yakni Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), Kecamatan Sandubaya, serta dibantu oleh jajaran aparat TNI/Polri. Yaitu personil polsek Cakra dipimpin oleh kapolsek Cakra Kompol I Gst. Pt Suarnaya beserta Kanit Binmas Akp L. Lesmana, Kanit Intelkam Iptu Kt. Winaya serta personil berjumlah 15 orang, sementara personil dari Koramil Cakra di pimpin oleh Danramil Cakra Kapten Inf Marsana berjumlah 10 orang.

Kegiatan penertiban itu, relatif berlangsung tertib meskipun sempat terjadi penolakan dari beberapa PKL, namun setelah dijelaskan mereka pun akhirnya mau mengikuti aturan tersebut.

Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Mataram Bayu Pancapati yang ditemui di sela kegiatan penertiban mengatakan, sosialisasi penertiban PKL ini sudah dilakukan beberapa kali.

“Terakhir pada hari Jumat (18/3) kami telah memberikan imbauan dan surat agar mereka membongkar lapaknya sendiri, tetapi karena tidak ada yang mengindahkan juga, ya kita terpaksa bongkar hari ini,” katanya.

Dalam kegiatan penertiban itu, barang-barang milik 19 PKL tersebut ada yang diamankan ke Kantor Camat Sandubaya, ada yang meminta langsung dibawakan ke rumahnya bahkan ada juga yang langsung menempati lokasi baru.

“PKL ini kita relokasi ke samping Terminal Mandalika, lapaknya segera akan disiapkan oleh Diskoperindag,” sebutnya.Menurutnya, penertiban PKL di Jalan Datu Tuan ini dilakukan karena adanya indikasi lapak yang dibangun pemerintah kota pada tahun 2013 itu digunakan untuk hal-hal negatif.

Hal negatif yang dimaksudkan, salah satunya adanya indikasi PKL yang menjual minuman keras dan lainnya sehingga itu mengganggu warga sekitarnya.

“Setelah kita telusuri memang indikasi penyalahgunaan lapak PKL itu ada, dengan ditemukannya beberapa botol minuman keras,” katanya.

Kondisi itulah yang mengganggu kondusivitas warga di seputaran lokasi itu, lanjut Bayu, apalagi persis d ibelakang lapak PKL terdapat Masjid yang juga diakui pengurus masjid sering terganggu.

“Selain masyarakat sekitar, pengurus Masjid juga merasa teganggu karena PKL kerap kali menggunakan fasilitas kamar mandi masjid,” katanya.

Terkait dengan itu, setelah dilakukannya penertiban ini, pihaknya meminta kepada pihak kecamatan agar melakukan pengawasan agar tidak ada lagi PKL yang menempati lokasi itu.

“Pengawasan yang kurang bisa berpotensi tumbuhnya PKL lagi, sebab sebelum tahun 2013 lokasi ini sebelumnya sudah steril dari PKL. Karena itu, pengawasan pihak kecamatan sangat penting,” katanya.

Di tempat yang sama Camat Sandubaya Lalu Samsul Adnan berkomitmen akan melakukan pengawasan dengan melibatkan aparat kecamatan dan kelurahan.

“Satpol PP kami harapkan bisa membantu dengan melakukan patroli,” ujarnya.

Camat menambahkan, dari 19 PKL di Jalan Datu Tuan, hanya satu PKL yang merupakan warga Kota Mataram, sisanya berasal dari Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur.

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat