BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Ini Hari Tanpa Bayangan Matahari

 

ilustrasi
ilustrasi

kicknews.todat Mataram – Equinox merupakan peristiwa astronomi di mana titik ekuator Bumi melewati pusat Matahari. Fenomena ini terjadi dua kali dalam setahun, sekira 20 Maret hingga 23 September 2016.

Pada saat equinox, durasi siang dan malam hari di berbagai tempat di seluruh dunia cenderung sama. Equinox juga memungkinkan durasi gelap atau terang yang sama di berbagai belahan dunia, equinox terjadi karena kemiringan Bumi dengan Matahari. Seperti diketahui, Bumi memiliki kemiringan 23,5 derajat.

Dan akan ada fenomena menarik karena equinox ini,yaitu sebuah hari tanpa bayangan matahari.

Secara sederhana, fenomena tersebut dapat dijelaskan dengan eksperimen jam Matahari. Caranya dengan menegakkan tongkat di sebuah bidang datar atau tanah lapang yang disinari Matahari dan kemudian mengamati bayangannya.

Pada pengamatan di hari biasa, kala pagi hari, bayangan akan jatuh di sebelah barat, sementara pada sore hari akan jatuh di timur. Saat tengah hari, Matahari tepat berada di atas kepala sehingga bayangan sangat pendek.

Meski disebut hari tanpa bayangan Matahari, namun bayangan Matahari hanya “menghilang” saat tengah hari saja. Kala pagi dan sore hari, bayangan tetap bisa dilihat dengan melakukan eksperimen sederhana yang sama.

Lalu, apa sebab terjadinya hari tanpa bayangan Matahari?

Matahari mengalami gerak semu harian dan tahunan. Pada gerak semu harian, manusia di Bumi akan melihat Matahari seolah-olah terbit dari timur, berada tepat di atas kepala pada tengah hari dan akhirnya tenggelam di barat.

Pada gerak semu tahunan, manusia yang berada di lintang nol akan melihat Matahari bergeser ke utara antara 21 Maret – 23 September dan bergeser ke selatan antara 23 September-21 Maret. Tepat tanggal 21 Maret dan 23 September, Matahari ada di khatulistiwa.

Gerak semu Matahari tersebut membuat Matahari seperti singgah di tempat-tempat antara 23,5 derajat Lintang Utara hingga 23,5 derajat Lintang Selatan. Singgahnya Matahari di sebuah tempat ini yang menyebabkan fenomena hari tanpa bayangan Matahari.

Secara ilmiah, hari tanpa bayangan Matahari disebut sebagai Transit Utama, yakni saat Matahari berada di titik zenith sebuah tempat. (dbs)

 

 

 

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

BMKG: Tenang… Equinox Itu Biasa, Ini Penjelasannya

  Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa equinox merupakan fenomena biasa ...