BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Pemprov Diminta Segera Sikapi Gedung Bekas RSUP

Gedung Bekas RSUP NTB
Gedung Bekas RSUP NTB

kicknews.today Mataram – Pemerintah Kota Mataram mengharapkan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat segera menyikapi keberadaan gedung bekas rumah sakit umum provinsi yang saat ini dijadikan sebagai tempat “uji nyali” terutama bagi anak muda di daerah ini.

“Dalam beberapa pekan terakhir ini, gedung bekas RSUP NTB di Jalan Pejanggik ramai didatangi warga terutama anak muda yang katanya mau uji nyali,” kata Kepala Seksi Operasional dan Pengendalian (Opdal) Satpol PP Kota Mataram Bambang EYD di Mataram, Jumat (18/3).

Pernyataan itu dikemukakannya setelah pihaknya membubarkan aksi ratusan warga yang datang ke RSUP NTB dan ingin melakukan aksi uji nyali pada Kamis (17/3) malam, sekitar pukul 23.00 WITA hingga pukul 01.00 WITA.

Ia mengatakan, aksi warga tersebut sempat membuat arus lalu lintas di Jalan Pejanggik macet, karena ribuan warga di luar gedung antre untuk bisa masuk gedung bekas RSUP yang sudah tidak beroperasi sejak akhir tahun 2015.

“Setelah kami datang bersama aparat kepolisian dan menyalakan serine, ratusan warga keluar dari gedung RSUP dari semua arah titik pintu gerbang,” sebutnya.

Akibat kejadian tadi malam, lanjutnya, masalah ini sekarang menjadi atensi Kapolda NTB, sebab Kapolda sempat melihat langsung kondisi itu sebelum warga dibubarkan.

Dikatakannya, warga yang datang gedung bekas RSUP NTB akhir-akhir ini banyak dikeluhkan masyarakat, karena masyarakat yang datang berteriak-teriak sehingga mengganggu warga yang berada di sekitarnya.

Apalagi tepat di depan bekas gedung RSUP NTB terdapat gereja yang menjadi rumah peribadatan umat nasrani.

Terkait dengan itu, Bambang berharap agar Satpol PP Pemerintah Provinsi NTB dapat segera mengambil tindakan terhadap aset pemerintah ini.

“Harapan kita, provinsi segera mengambil tindakan untuk mengonci, menjaga dengan menetapkan jadwal piket di gedung tersebut guna mengamankan aset-aset milik negara yang ada di gedung itu,” katanya.

Bila perlu, kata Bambang, pemerintah provinsi membuat spanduk yang berisi melarang masyarakat masuk ke gedung RSUP NTB, jika ada yang melanggar maka harus dikenakan sanksi.

“Informasi adanya hal mistis lainnya di gedung bekas RSUP NTB hanya isu belaka. Kami tadi malam sudah masuk dan berkeling gedung, tetapi hanya menemukan pecahan-pecahan kaca, kusen jendela serta pintu yang rusak,” sebutnya.

Sejak operasional RSUP NTB pindah ke kawasan Dasan Cermen pada akhir tahun 2015, gedung bekas RSUP NTB memang terlihat gelap gulita dan terkesan tidak terurus sehingga memancing masyarakat terutama anak muda untuk melakukan uji nyali di kawasan itu.

Sementara di tempat terpisah, menyikapi hal itu, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh meminta agar pemerintah provinsi bisa menyalakan lampu-lampu yang ada di seputaran gedung agar tidak lagi menjadi incaran warga untuk uji nyali.

“Kita juga berharap pemerintah provinsi segera mengeluarkan izin pengelolaan lahan bekas RSUP NTB untuk dijadikan ruang terbuka hijau seperti yang telah direncanakan pemerintah kota sebelumnya,” ujarnya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About Redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Warga Mataram Senang Bisa Jalan-jalan Bersama Presiden Jokowi di Mall

  kicknews.today – Presiden Joko Widodo dengan mengenakan sarung “blusukan” ke Lombok Epicentrum Mall di ...