Jadilah yang Pertama Tau

Cerita Horor Dibalik Seramnya Ex. RSUP Mataram Cuma Hoax?

ilustrasi ruangan bekas rumah sakit
ilustrasi ruangan bekas rumah sakit

kicknews.today Mataram – Angin malam membawaku ngeri… Jam sudah menunjukkan pukul 01.37 dini hari. Mataram sepi, tapi tidak di Ex RSUP Mataram yang dipenuhi sekelompok remaja yang sedang ber-uji nyali. Ngetes keberanian, kata Deddy salah seorang “peserta” uji nyali bak acara reality show di televisi.

“Katanya sih kemarin ada seorang bapak yang membawa istrinya melahirkan di rumah sakit ini, dan dilayani dokter dengan perawatnya dan istrinya ditemukan di kamar mayat dalam keadaan menggendong bayinya yang ari-ari si bayi di bawa Jin,” cerita Deddy tentang alasan yang membuatnya ingin beradu nyali demi bisa membuktikan keabsahan cerita tersebut.

Cerita bak film horror tersebut didengar Deddy dari kawannya punya teman yang temannya pun mendengar cerita dari entah temannya punya kawan, walaupun kejelasan cerita itu sulit dibuktikan kebenarannya namun Deddy tetap memaksakan diri untuk mencari tahu kebenarannya.

“Penasaran aja sih mas, karena bagaimanapun RSUP itu kan pernah digunakan dan banyak yang sudah meninggal disana baik secara wajar karena sakit atau akibat hal-hal lainnya seperti kecelakaan,” kata Deddy yang juga merupakan seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Mataram kepada kicknews, Selasa (15/3).

Menurut Inaq Aminah salah seorang pedagang kaki lima yang lama mangkal di RSUP Mataram mengatakan kalau cerita tentang seorang suami yang mengantarkan istrinya untuk melahirkan di rumah sakit tersebut dan proses melahirkannya dibantu oleh dokter dan perawat yang konon kabarnya adalah mahluk halus, adalah bohong.

“Berita tersebut cuma isu, yang menyebarkannya gak jelas, penyebaran berita tersebut dari mulut ke mulut sehingga membuat heboh masyarakat. Soalnya kami yang berjualan disini setiap hari saja gak pernah dengar kabar tersebut, kita bingung melihat masyarakat bergerombolan datang,” ceritanya dalam bahasa sasak yang kental.

Sementara itu dilain kesempatan Kabid Humas Polda NTB, AKBP Tribudi Pangastuti menghimbau agar masyarakat tidak begitu saja percaya dengan berita-berita yang belum teruji kebenarannya.
“Kami menghimbau kepada masyarakat agar jangan terlalu percaya terhadap berita-berita yang belum jelas kebenarannya, sehingga dapat meresahkan ataupun membuat konsentrasi massa dalam jumlah besar di satu tempat” ujarnya.*

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat