Jadilah yang Pertama Tau

Banyak Disalahgunakan, Pol PP Kota Mataram Investigasi Ex RSUD Mataram

Kepala Seksi Operasional dan Pengendalian (Opdal) Satpol PP Kota Mataram Bambang EYD (kicknews)
Kepala Seksi Operasional dan Pengendalian (Opdal) Satpol PP Kota Mataram Bambang EYD (kicknews)

kicknews.today Mataram – Satuan Polisi Pamong Praja Kota Mataram akan melakukan investigasi terhadap dugaan penyalahgunaan gedung bekas Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Nusa Tenggara Barat di Jalan Pejanggik Kota Mataram.

“Investigasi ini penting kita lakukan karena sudah banyak masyarakat yang melapor bahwa gedung bekas RSUP itu disalahgunakan,” kata Kepala Seksi Operasional dan Pengendalian (Opdal) Satpol PP Kota Mataram Bambang EYD di Mataram, Jumat (18/3).

Menurutnya, dari laporan warga sekitar itu, warga memberikan informasi adanya pasangan pemuda dan pemudi yang sering keluar masuk ke bekas gedung RSUP NTB yang disebut-sebut saat ini sebagai gedung angker.

Dari laporan itu, pihaknya mencurigai lokasi itu dijadikan sebagai tempat mesum. “Indikasinya seperti itu (penyalahgunaan menjadi tempat mesum-red),” katanya.

Bambang mengatakan, pihaknya berani mengindikasikan hal seperti itu karena ketika tim Satpol PP Kota Mataram melakukan pemeriksaan ke gedung itu ditemukan sepasang sandal perempuan yang masih baru, minuman energi dan minuman segar.

“Kalau dipikir-pikir, buat apa mereka malam-malam masuk ke tempat gelap. Entah apa yang mereka lakukan dan mungkin ketika mereka tahu kita datang, mereka langsung kabur,” katanya.

Terkait dengan itu, untuk membuktikan apakah kecurigaan dan dugaan Satpol PP Kota Mataram terhadap penyalahgunaan gedung bekas RSUP NTB itu, pihaknya akan melakukan investigasi lebih lanjut.

“Investigasi ini untuk mencari bukti lebih kuat terhadap kecurigaan kita dan kami memang belum pernah menangkap tangan pasangan di lokasi itu. Kita berdoa saja semoga dugaan kita tidak benar,” katanya.

Sejak operasional RSUP NTB pindah ke kawasan Dasan Cermen pada akhir tahun 2015, gedung bekas RSUP NTB memang terlihat gelap gulita dan terkesan tidak terurus sehingga memancing masyarakat terutama anak muda untuk datang kesana bahkan ada juga yang masuk melakukan aksi uji nyali di kawasan itu.

Terkait dengan itu, Satpol PP Kota Mataram juga meminta Pemerintah Provinsi NTB untuk mengambil tindakan atas hal itu, dengan meningkatkan pengawasan di wilayah itu.

Bila perlu, tambahnya, pemerintah provinsi memasang spanduk melarang masyarakat masuk ke kawasan bekas RSUP NTB, jika ada yang terbukti melanggar maka harus dikenakan sanksi.

“Sanksi ini bertujuan untuk memberikan efek jera kepada masyarakat, sehingga berbagai dugaan penyalahgunaan gedung tidak terbukti,” ucapnya.


Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat