Jadilah yang Pertama Tau

Selama MTQ Jalan Udayana Mataram Diusulkan Car Free Week

islamic center mataram (net)

kicknews.today Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengusulkan kegiatan “car free week” selama kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-26 tingkat nasional yang akan dilaksanakan di Kota Mataram, 30 Juli hingga 6 Agustus 2016.

“‘Car free week’ ini kita usulkan khusus di sepanjang Jalan Udayana yang merupakan jalur utama menuju Islamic Center sebagai arena utama kegiatan MTQ,” kata Asisten II Setda Provinsi NTB Lalu Gita Aryadi di Mataram, Kamis (17/3).

Pernyataan itu disampaikannya dalam rapat persiapan MTQ ke-26, khusus untuk bidang koordinator pengerahan massa.

Selain dihadiri pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD), camat dan lurah se-Kota Mataram, rapat koordinasi bidang pengerahan massa ini dihadiri juga sejumlah perwakilan terkait dari Kabupaten Lombok Barat, dan Lombok Tengah yang menjadi lokasi kegiatan lomba MTQ.

Lalu Gita Aryadi yang juga menjadi Wakil Ketua II Panitia MTQ ke-26 mengatakan, “car free week” (CFW) bertujuan menjadi Kota Mataram lebih semarak dan berbeda selama MTQ berlangsung.

Direncanakan, untuk mendukung CFW, bekas Bendara Selaparang dan lapangan Rembiga akan menjadi terminal para kafilah ataupun pengunjung yang akan menuju ke Islamic Center (IC).

“Untuk kafilah yang akan bertanding, kita siapkan bus khusus yakni bus trans Metro Mataram yang akan membawa mereka ke IC,” katanya.

Sementara, pengunjung atau tamu lainnya berjalan kaki dari bekas bandara menuju IC. Untuk memberikan hiburan bagi para kafilah dan tamu lainnya, sepanjang Jalan Udayana akan disiapkan beraneka ragam kegiatan ekonomi kreatif.

Mulai dari kuliner, pameran peradaban islam, pameran hortikultura, dan kegiatan-kegiatan lainnya sehingga para tamu tidak merasa lelah berjalan hingga menuju IC.

“Kalau ada yang dilihat tamu sepanjang Jalan Udayana, kita yakin tamu tidak akan merasa lelah hingga tiba di lokasi. Sama seperti kita keliling mal,” ujarnya.

Karena itu, kata dia, para pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Udayana tidak perlu khawatir terhadap penerapan CFW, karena pembeli pasti akan singgah di lapak PKL.

“Prinsipnya, mulai dari sekarang kita bertugas menyosialisasikan kegiatan MTQ ini agar masyarakt bisa ikut mengambil bagian,” katanya.

Sebelumnya, Camat Selaparang Irwan Rahadi sebagai camat yang memiliki wilayah di Jalan Udayana dan IC, kurang berkenan jika CFW diterapkan.

Alasannya, karena setiap malam pergantian tahun pihaknya telah mencoba menerapkan “car free nigth” tidak pernah berhasil karena para PKL Udayana selalu protes sepi pengunjung.

“Tetapi, jika tamu dan kafilah turun di bekas bandara dan Jalan Udayana dipenuhi dengan berbagai kegiatan ekonomi kreatif tidak masalah. CFW Insha Allah bisa tertib seperti halnya ‘car free day’ yang dilaksanakan setiap hari Minggu,” ujarnya.


Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat