BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Ali, Sang Penyelundup Shabu 2,7 Kg Dituntut Seumur Hidup

Tersangka penyelundup narkoba jenis shabu saat dibawa petugas Bea & Cukai
Tersangka penyelundup narkoba jenis shabu saat dibawa petugas Bea & Cukai

kicknews.today Mataram – Terdakwa Muhammad Ali sang terdakwa penyelundup narkoba yang ditangkap pada bulan november 2015 yang lalu yang kemudian ditangani Dit Res Narkoba Polda NTB saat berusaha menyelundupkan shabu seberat 2,7 kilogram kembali menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Mataram, kemarin (16/3). Ia menjalani persidangan dengan agenda pembacaan tuntutan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa dengan hukuman seumur hidup. Tuntutan yang dibacakan jaksa Huznul Raudah meminta pula agar hakim menghukum terdakwa membayar denda Rp 13 miliar. Jika tidak mampu, terdakwa akan dikenakan hukuman subsider enam bulan penjara.

Tuntutan yang dibacakan sekitar pukul 11.00 Wita, terdakwa dinyatakan bersalah mengimpor narkotika tanpa hak. Sehingga ia dijerat dengan pasal 113 ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Dalam pertimbangan jaksa, hal yang memberatkan terdakwa karena perbuatannya meresahkan masyarakat dan perbuatannya bertentangan dengan program dan upaya pemerintah dalam memberantas narkoba.

Disamping itu, perbuatan terdakwa dinilai membahayakan kesehatan dan jiwa orang lain, serta merusak masa depan generasi muda. Sementara pertimbangan yang meringankan terdakwa. Yakni, terdakwa bersikap sopan selama persidangan dan belum pernah dihukum.

Dalam uraian tuntutan, JPU mengulas usaha terdakwa menyelendupkan sabu dari Malaysia menuju Indonesia. Awalnya terdakwa didatangi seseorang bernama Ale yang diduga bandar narkoba di negeri Jiran.
Ale mendatangi kamar hotel nomor 29 di Kuala Lumpur, Malaysia, tempat terdakwa menginap. Disitu, Ale menyerahkan sebuah koper yang berisi narkoba.

Koper itu telah dikemas sedemikian rupa agar tidak terlacak. Termasuk membungkusnya dengan aluminium foil supaya tidak terendus petugas Bandara.

”Terdakwa diberikan sebuah koper oleh pria bernama Ale. Saat itu terdakwa didatangi Ale di hotel tempatnya menginap,” jelas Huznul dalam tuntutannya, kemarin.

Setelah menerima koper itu, Ali berangkat dari hotel menuju Bandara. Ia terbang menggunakan Pesawat Air Asia Nomor Penerbangan AK 306 menuju BIL dengan rute berikutnya Jakarta.

Masih dalam tuntutan, sebelum berangkat Ale mengimingi terdakwa dengan upah yang menggiurkan. Asalkan tersangka berhasil meloloskan barang selundupan tersebut. Ale menjanjikan uang Rp 3 juta ditambah satu unit sepeda motor Yamaha R 25 senilai Rp 40 juta. Imbalan itu akan diperoleh terdakwa jika barang haram itu tiba di Jakarta. Hanya saja, usaha ilegal terdakwa terbongkar.

Saat tiba di BIL, petugas Bea dan Cukai berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu dari tangan Ali 18 September 2015. Ia kedapatan membawa barang haram saat tiba di Bandara Internasional Lombok (BIL) pukul 19.26 Wita. Modusnya, terdakwa menyelundupkan sabu dengan menempelkan pada dinding koper. Terdakwa berusaha mengelabui petugas yang berjaga. Tapi, upayanya digagalkan petugas.

Dari tangan terdakwa diamankan sebuah koper. Di dalamnya terdapat empat bungkusan berisi sabu seberat 1,077,60 kilogram, bungkusan kedua 1,080,26 kilogram, bungkusan ketiga 318,32 gram, dan bungkusan keempat 2,65,92 gram. Total barang bukti yang disita 2,772,10 kilogram.

Usai persidangan, penasihat hukum terdakwa, Cleopatra dan Hendi Ronanto mengaku keberatan dengan tuntutan itu. Sebab, posisi Ali dalam kasus ini sebagai korban.

”Jelas ini (tuntutan seumur hidup) memberatkan klien kami,” kata dia.
Menurut dia, selama persidangan Ali tidak mengakui barang tersebut miliknya. Koper yang berisi sabu itu berikan salah seorang di Malaysia. Ali tidak mengetahui jika di dalam koper ada sabu.

”Ali merasa dijebak. Karena saat dibuka petugas tiba-tiba ada sabu. Dia sama sekali tidak mengetahui isi koper itu ada sabu,” terang dia.*

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Inovasi Ditresnarkoba Polda NTB, Sekarang Cek SP2HP Bisa Online

  Mataram – Direktorat Reserse Narkoba, Polda NTB terus berinovasi demi meningkatkan pelayanan kepolisian terhadap ...