Jadilah yang Pertama Tau

KTT OKI Diharapkan Konsolidasikan Dukungan Kemerdekaan Palestina

ilustrasi - KTT OKI (net)
ilustrasi – KTT OKI (net)

kicknews.today Jakarta – Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq berharap Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa (KTT LB) ke-5 Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), yang akan membahas isu Palestina dan Yerusalem, dapat mengkonsolidasi dukungan dan perhatian bagi perjuangan kemerdekaan Palestina.

“Konferensi (OKI) ini harus mampu mengkonsolidasi kembali perhatian dan dukungan negara-negara anggota OKI terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina,” kata Mahfudz Siddiq dalam keterangan persnya yang diterima di Jakarta, Sabtu (5/3).

Menurut Mahfudz, KTT LB ke-5 OKI itu harus menghasilkan langkah-langkah konkret yang dapat mendorong upaya menuju kemerdekaan Palestina.

“KTT OKI ini juga harus mampu meletakkan peta jalan baru menuju Palestina merdeka. Jadi, tidak cukup hanya dengan deklarasi atau resolusi, tetapi juga komitmen dan langkah aksi bersama mengatasi berbagai persoalan yang ada,” ujar dia.

Mahfud Siddiq juga berpendapat bahwa diperlukan kesadaran bersama dari negara-negara anggota OKI yang terus terbangun untuk membantu rakyat Palestina yang sekarang ini berada dalam situasi buruk akibat pendudukan Israel.

Selanjutnya, Ketua Komisi I DPR itu juga menilai baik komitmen dan konsistensi pemerintah Indonesia dalam mendorong upaya penanganan masalah di Yerusalem dan mendukung kemerdekaan Palestina.

“Indonesia, sesuai visi Presiden Jokowi untuk terus mendukung kemerdekaan Palestina, sangat tepat untuk mengambil inisiatif bahkan menjadi motor dari gerakan OKI ini,” ujar dia.

“Saya juga menghargai rencana pemerintah untuk membuka Konsul Kehormatan Indonesia di Palestina dan melantik pejabatnya pada pertengahan Maret tahun ini,” lanjut Mahfudz.

Indonesia menjadi tuan rumah KTT Luar Biasa OKI yang dilaksanakan pada 6-7 Maret 2016 di Jakarta Convention Center (JCC).

Pertemuan para pemimpin negara OKI itu akan membahas masalah Palestina dan “Al Quds Al Sharif” (Kota Suci Yerusalem).

2 dokumen Pemerintah Indonesia rencananya akan mengajukan dua dokumen yang akan menjadi hasil dari KTT LB ke-5 OKI itu, yakni satu dokumen berupa resolusi dan satu dokumen lainnya berupa deklarasi.

Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri Hasan Kleib menyebutkan dokumen pertama yang akan dihasilkan dari pertemuan itu berupa resolusi yang berisi penegasan kembali sikap dan posisi negara-negara OKI terhadap penyelesaian masalah di Yerusalem dan terkait kemerdekaan Palestina.

Kemudian, kata dia, dokumen kedua hasil KTT Luar Biasa ke-5 OKI adalah sebuah deklarasi yang berisi langkah-langkah konkret yang disepakati akan dilakukan oleh negara-negara OKI untuk menyelesaikan masalah Palestina dan Yerusalem.

“Rancangan dari kedua dokumen itu sudah dibagikan kepada anggota OKI untuk mendapatkan masukan,” ujar dia.

“Rancangan dokumen ini akan dibahas dalam pertemuan pejabat tinggi OKI pada 6 Maret, lalu dibahas di pertemuan tingkat menlu, lalu setelah disepakati akan diajukan ke tingkat kepala negara dan pemerintahan,” lanjut Hasan.

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat