Jadilah yang Pertama Tau

Setiap Tahun Indonesia Rugi Rp 7 Triliun Dari Sektor Kehutanan

Mengintip Mentari di Hutan Rinjani (kicknews Foto : imran putra sasak)
Mengintip Mentari di Hutan Rinjani (kicknews Foto : imran putra sasak)

kicknews.today Mataram – Guru Besar IPB Prof Hariadi Kartodiharjo mengungkapkan setiap tahun Indonesia kehilangan sekitar Rp5 triliun sampai Rp7 triliun dari sektor kehutanan.

“Untuk produksi kayu bulat saja, Indonesia harus kehilangan sekitar Rp5 triliun – Rp7 triliun per tahun,” kata Hariadi Kartodiharjo pada acara pemaparan pola pengelolaan keuangan/badan layanan umum daerah (PPK-BLUD) KPHL Rinjani Barat menuju Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) yang dipimpin Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi di Mataram, Selasa (1/3).

Selain itu, ia mengatakan banyak perusahaan tambang yang melakukan eksplorasi di hutan. Tetapi rupanya tidak memiliki ijin. Bahkan, ada temuan hutan konservasi yang tidak boleh ada tindakan pertambangan, tetapi nyatanya ditemukan ratusan perusahaan tambang terdapat di dalamnya.

Karena itu, kata dia, lahirnya KPH BLUD memiliki fungsi penting untuk menyelesaikan status kawasan hutan, sistem pengendalian anti korupsi, memastikan wilayah pengelolaan masyarakat, penataan perizinan, penyelesaian konflik, dan perlindungan hutan.

“Lahirnya PPK-BLUD ini, untuk mengurangi kerugian negara, penganggaran lokasi ijin, dan tingginya biaya transaksi ijin,” tegasnya.

Sementara itu, Prof Bramasto juga dari IPB memaparkan KPH kuat jika didukung oleh legalitas, legitimasi, dan didukung dana yang kuat. Karena, saat ini KPH menjadi arus utama pembangunan kehutanan di Indonesia. Hal ini ditandai dengan masuknya KPH ke dalam RPJMN.

“Kami melihat KPHL Rinjani Barat memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan, seperti kayu putih dan getah pinus. Karena itu, KPHL Rinjani Barat berpotensi menjadi KPH BLUD,” ujarnya.

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat