in

Untuk Transparansi Pemkab Bima Gunakan “SIRUP”

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

kicknews.today Mataram – Pemerintah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, menerapkan sistem informasi rencana umum pengadaan (Sirup) berbasis “website” sebagai bentuk transparansi informasi dalam hal pengadaan barang dan jasa.

“Sirup berbasis ‘website’ tersebut adalah salah satu sarana untuk menghubungkan rencana umum pengadaan barang dan jasa pemerintah,” kata Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Bima H Muzakkir, di Mataram, Kamis (25/2).

Menurut dia, melalui aplikasi tersebut pengguna dan kuasa pengguna anggaran (KPA) di masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD) akan memperoleh kemudahan.

Dengan aplikasi “Sirup” tersebut masyarakat luas juga akan memperoleh kemudahan dalam akses informasi pengadaan barang dan jasa secara nasional.

“Aplikasi ini juga memiliki arti yang sangat penting dalam reformasi sistem belanja yang lebih efektif, efisien dan pencegahan tindak pidana korupsi,” ujarnya.

Muzakkir juga menekankan, dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah, dibutuhkan sumber daya manusia yang handal, kompeten dan berintegritas tinggi, sehingga dalam pelaksanaan tender dapat dilakukan dengan aman dan sesuai prosedur yang dapat mencegah terjadinya korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

“Karena tidak jarang dan bahkan banyak kita lihat tindak pidana korupsi, terjadi dalam proses pengadaan barang/jasa,” ucapnya.

Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Bima, Taufik menambahkan, aplikasi “Sirup” tersebut juga dapat membantu menciptakan sistem pengawasan yang lebih baik karena masyarakat dapat ikut serta dalam mengawal program pengadaan pemerintah.

Masyarakat bisa melihat proyek pengadaan apa saja yang sedang direncanakan pemerintah daerah masing-masing sekaligus melihat rincian informasi seperti satuan kerja, lokasi kegiatan.

“Komponen lainnya mencakup nama paket pengadaan, tanggal pengumuman, sumber dana dan pagu, mata anggaran, metode pemilihan penyedia dan jadwal pelaksanaan pekerjaan sekaligus dapat mengakses informasi pengadaan barang dan jasa melalui kegiatan dan pengadaan barang dan jasa yang akan dilakukan,” katanya.