Wow, Mesin Keong Ini Akan Segera Ada di Sungai Jangkuk Ampenan

Trash Wheel
Trash Wheel

kicknews.today Mataram – Bentuknya seperti seekor keong, yang di negara asalnya Amerika bernama Trash Wheel ini tidak lama lagi akan ada di sungai jangkuk Ampenan, guna alat ini adalah untuk membersihkan sampah-sampah terutama didaerah sungai.

Produk buatan Ford ini baru ada satu di dunia yang kini digunakan untuk membersihkan sampah di salah satu sungai di Amerika sana. Jadi jika saja alat ini ada di sungai jangkuk, maka ini akan menjadi yang pertama di Asia.

baca juga : Kali jangkuk Tercemar Bakteri E-Coli, Lainnya Merkuri dan Logam Berat

Namun untuk mendapatkan alat ini tidaklah mudah karena harganya yang terbilang fantastis. Anak-anak muda yang tergabung dalam komunitas peduli lingkungan Semeton Ampenan (Sampan) yang diketuai oleh Zia Helmi, sejak beberapa tahun belakangan memperjuangkan alat ini supaya segera ada di sungai jangkuk yang saat ini sangat kotor.

“Kami selalu menggugah kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah, apalgi itu sampah plastik di sungai, namun perjuangan kami itu berimbas hanya sedikit” ujarnya kepada kicknews  saat ditemui di bantaran sungai Jangkuk kemarin, Sabtu (13/2).

Dia mengajak untuk sedikit saja kita membayangkan akibat membuang sampah di sungai yang ujung-ujungnya akan bemuara di laut itu. Sampah plastik tidaklah mudah terurai bahkan oleh laut.

“Sungai mungkin adalah milik kita, namun laut adalah milik semua orang di dunia” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, berapa banyak habitat sungai dan laut yang mati karena ketidakpedulian kita yang terbiasa sembarangan membuang sampah di sungai.

“Dulu sungai jangkuk ini merupakan tempat kami mandi dan bermain. Airnya yang jernih membawa kesejukan, ikan dan udang begitu mudah didapat ketika kita memancing. Tapi sekarang pemandangan sudah sangat berbeda” kenangnya.

Dari semangat itulah akhirnya dia menginisiasi untuk mulai membuat komunitas pemuda yang peduli pada lingkungan dan bermimpi untuk segera dapat menghadirkan alat ini di sungai Jangkuk.

Dia mengakui bahwa butuh dukungan dari semua pihak agar mimpi anak-anak Sampan itu segera terealisiasi, bahkan dengan hanya mengandalkan hubungan relasi yang ada dalam komunitasnya, dia kini telah mampu menggandeng beberapa lembaga swadaya masyarakat yang ada di luar negeri untuk membantunya.

Pemerintah Kota Mataram juga tidak ketinggalan, walaupun masih hanya bersifat dukungan moril, namun diakuinya hal itu sangat membantu.

“Doakan saja kami segera dapat berhasil mewujudkan mimpi untuk alat ini segera hadir di sungai jangkuk, dan semoga dengan itu juga masyarakat Mataram dapat sadar untuk tidak membuang sampah, terutama plastik di sungai” pungkasnya.*

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat