Pengiriman Sapi Potong Keluar NTB Terkendala Harga

 jumlah populasi sapi NTB, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Nusa Tenggara Barat  mengatakan, saat ini sudah mencapai lebih dari satu juta ekor. (net)
jumlah populasi sapi NTB, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Nusa Tenggara Barat mengatakan, saat ini sudah mencapai lebih dari satu juta ekor. (net)

kicknews.today Mataram – Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Nusa Tenggara Barat Hj Budi Septiani mengatakan pengiriman sapi potong keluar daerah saat ini terkendala penawaran harga dari pembeli yang masih relatif rendah.

“Peternak dan pengusaha belum sepakat soal harga,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Nusa Tenggara Barat (NTB) Hj Budi Septiani, di Mataram, Kamis (11/2).

Ia menyebutkan, harga sapi di pasar hewan di Pulau Lombok, sesuai laporan petugas informasi pasar per 6 Februari 2016, sebesar Rp46.000 per kilogram (kg) hidup, sedangkan penawaran dari pengusaha hanya Rp35.000/kg hidup.

“Harga yang ditawarkan pengusaha tidak bisa dikatakan ideal atau tidak karena itu mekanisme pasar,” ujarnya.

Mengetahui harga sapi yang relatif mahal di daerah, kata Budi, peternak lebih memilih menjual sapinya di daerah, terlebih permintaan selalu ada.

“Permintaan sapi dari Jakarta kami terima, tapi harga yang menentukan, apakah peternak mau menjual atau tidak untuk kebutuhan di luar daerah,” ucapnya.

Terkait dengan jumlah populasi sapi NTB, Budi mengatakan, saat ini sudah mencapai lebih dari satu juta ekor.

Sementara potensi sapi potong NTB mencapai 128.000 ekor per tahun, namun untuk memenuhi kebutuhan lokal hanya 76.000 ekor atau 60 persen dari potensi.

Kemudian, sebanyak 24.000 ekor atau 40 persen dari sisa potensi sapi potong (52.000 ekor) untuk memenuhi permintaan dari luar NTB, seperti Jakarta.

“NTB surplus sapi potong, tapi ya itu tadi, untuk memasok ke daerah lain harga di tingkat peternak yang menentukan,” kata Budi.

Selain memiliki potensi sapi potong, kata dia, NTB juga memiliki potensi sapi bibit, namun untuk saat ini belum ada rencana dikirim ke daerah lain demi menjaga populasi.

“Pengiriman sapi bibit ke luar daerah harus ada surat keputusan gubernur. Sampai saat ini belum ada surat keputusan tersebut,” ujarnya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat