KTT ASEAN – Amerika Serikat Diharapkan KONTRAS Prioritaskan Isu HAM

ilustrasi - KTT ASEAN - AS (net)
ilustrasi – KTT ASEAN – AS (net)

kicknews.today Jakarta – Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menginginkan Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN-Amerika Serikat yang digelar di negara adidaya tersebut pada 15-16 Februari 2016 harus memprioritaskan isu hak asasi manusia (HAM).

“Beberapa hal pun penting untuk diutamakan dari isu hak asasi manusia yang berelasi dengan konteks dari kebebasan fundamental seperti kebebasan berekspresi, kebebasan berkumpul dan kebebasan beragama dan berkeyakinan. Kebebasan fundamental tersebut masih terbatas tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di Asia Tenggara secara umum,” kata Koordinator Kontras Haris Azhar di Jakarta, Selasa (9/2).

Menurut dia, hampir semua negara anggota ASEAN memiliki isu mengenai terbatasnya akses kebebasan fundamental, seperti terkait isu Rohingya, otoritarianisme di Kamboja dan Laos juga Malaysia.

Untuk itu, ia menginginkan Presiden AS Barack Obama harus menekankan isu hak asasi manusia di ASEAN untuk menjadi salah satu prioritas dari agenda konferensi tersebut.

Kontras memberikan beberapa rekomendasi antara lain negara anggota ASEAN harus lebih mempertimbangkan masukan dan suara dari Masyarakat Sipil di ASEAN yang merupakan representasi dari masyarakat ASEAN dengan membuat mekanisme untuk ruang Masyarakat Sipil dalam memberikan rekomendasi untuk keberlanjutan ASEAN.

Selain itu, ujar dia, AS dan ASEAN harus menekankan agenda hak asasi manusia pada Kemitraan Strategis untuk mencegah resiko dari pelanggaran hak asasi manusia dalam kerjasama ekonomi dan keamanan, dengan membuat rekomendasi kebijakan untuk perjanjian di ASEAN khususnya dalam isu hak asasi manusia.

“Kemitraan Strategis AS-ASEAN seharusnya tidak hanya memprioritaskan isu pemberdayaan perempuan dan remaja di ASEAN, tetapi juga untuk lebih fokus dalam isu hak asasi manusia secara umum, khususnya pada isu-isu besar seperti kejahatan terhadap kemanusiaan dan demokratisasi di ASEAN,” katanya.

Terakhir, KTT AS-ASEAN harus memastikan kerjasama diantara kedua pihak dalam berkontribusi untuk akses keadilan bagi korban pelanggaran HAM, kelompok rentan dan lebih luas lagi untuk para pencari keadilan dan berkontribusi untuk perlindungan hak asasi manusia untuk masyarakat, tidak hanya untuk pebisnis dan otoritas pemerintahan untuk mencegah korupsi dan eksploitasi.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan Presiden Joko Widodo diagendakan untuk mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN-AS di Negeri Paman Sam pada 15-16 Februari 2016.

“Jadi ini adalah ASEAN-US Summit karena tahun kemarin pada Oktober atau November 2015, kita, ASEAN dengan AS memiliki satu kemitraan yang baru yaitu ‘strategic partnership’,” kata Retno ketika ditemui di komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (1/2).

Menurut dia, dalam pertemuan tersebut juga akan diimplementasikan rencana aksi dalam wadah kerja sama itu.

Menteri menjelaskan agenda pertemuan Presiden Jokowi di AS masih akan dikoordinasikan bersama menteri lain yang terkait agenda itu. “Kami akan matangkan semua programnya,” kata Menlu.

Kemitraan strategis tersebut akan direalisasikan melalui implementasi rencana aksi kemitraan strategis ASEAN-AS pada 2016-2020.

Rencana aksi tersebut akan mendorong Masyarakat ASEAN pada tiga pilarnya erta lima kawasan prioritas seperti integrasi ekonomi, kerja sama maritim, tantangan antar-bangsa termasuk perubahan iklim, dan pendayagunaan perempuan dan anak. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat