Tingkatkatkan Integritas, Universitas Essex Gelar Islamic Awareness Week

ilustrasi
ilustrasi

kicknews.today Colchester – Mahasiswa muslim di Universitas Essex, Colchester, Inggris, yang tergabung dalam Islamic Sociery (ISOC) termasuk dari Indonesia menggelar acara “Islamic Awareness Week” yang bertujuan untuk meningkatkan integritas pelajar muslim yang menuntut ilmu di negara tersebut.

Dalam acara itu juga digelar konferensi ISOC dengan mengusung tema Hakikat Keharmonisan Umat Beragama dalam Islam, demikian Sekretaris PPI Essex Hasna Azmi Fadhilah kepada Antara di London, Minggu (7/2) waktu setempat.

Menurut dia, acara yang digelar untuk kesembilan kalinya itu juga mengusung tema “Can We nor Live Together?”, mendapat sambutan dari kalangan mahasiswa Universitas Essex yang berasal dari berbagai negara.

Islamic Awareness Week bertujuan untuk meningkatkan integritas pelajar muslim di Essex juga meluruskan kesalahpahaman tentang muslim yang terjadi di kalangan publik negara-negara Barat.

Selama lima hari berturut-turut bertempat di LTB Foyer ISOC menyediakan pamflet, poster, dan berbagai sumber bacaan lain yang disediakan untuk memberikan pencerahan bagi mahasiswa, baik muslim maupun nonmuslim.

Pada puncak acara di gedung Ivor Crewe Hall digelar seminar dengan menampilkan pembicara Abdullah Al Andalusi, seorang intelektual muslim dan mualaf Yvonne Riddley yang berprofesi sebagai jurnalis berkebangsaan Inggris.

Abdullah Al Andalusi mengangkat kisah Muhammad dan Jesus yang memiliki banyak kesamaan dalam nilai-nilai ajarannya. Walaupun berbeda masa, setelah ditelaah lebih dalam, keduanya selalu berpesan pada umatnya agar terus berbuat baik dan menyayangi sesama.

“Tak lupa pula, untuk menghormati sesama dan saling memaafkan. Hal ini tentu bertentangan dengan kesalahpahaman yang banyak terjadi sekarang dimana antar umat beragama, terutama antara pemeluk agama Kristen dan Islam bertikai hanya karena berbeda pendapat,” kata Hasna.

Sementara itu, Yvonne Riddley menyampaikan makalah yang berjudul Convenencia dalam Islam yang menekankan semua umat pernah merasakan indahnya khalifah Islam di daerah Andalusia, Spanyol.

Bahkan setiap penduduk memiliki hak politik yang sama dan tidak dibeda-bedakan. (ant)


Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat