Wakatobi Akan ‘Tebar Pesona’ Di HPN 2016 NTB

ilustrasi - sea trutle di wakatobi (net)
ilustrasi – sea trutle di wakatobi (net)

kicknews.today Kendari – Bupati Hugua akan memaparkan strategi membangun Wakatobi, Sulawesi Tenggara pada Focus Group Discustion (FGD) yang diselenggarakan oleh PWI Pusat dalam rangka Hari Pers Nasional di Mataran, Nusa Tenggara Barat.

“Berdasarkan undangan dari Panitia Hari Pers Nasional (HPN), saya akan memaparkan strategi membangun Wakatobi di Mataram Minggu (7/2) sore. Minggu pagi ini saya berangkat ke Mataran,” kata Hugua di Kendari, Sabtu (6/2).

Ia mengatakan, selama kurang lebih 12 tahun Wakatobi menjadi kabupaten otonom, sebagai bupati pertama dirinya telah meletakkan dasar-dasar membangun melalui pendekatan budaya berbasis nilai-nilai kearifan tradisi lokal kemaritiman dan jaringan internasional di kawasan segi tiga emas terumbu karang dunia itu.

Sebagai kabupaten yang letak georafisnya tepat berada di antara laut Banda dan Laut Flores serta berada di tengah-tengah pusat segi tiga karang dunia, kata dia, Wakatobi memiliki keragaman hayati yang cukup tinggi.

Di alam bawah laut Wakatobi, katanya, selain dihuni sebanyak 750 jenis terumbu karang, juga menjadi rumah bagi 942 jenis ikan dan berbagai biota laut lainnya.

“Kelestarian keanekaragaman hayati di alam bawah laut Wakatobi masih tetap terjaga hingga saat ini karena kekuataan budaya maritim masyarakat Wakatobi yang terus dipertahankan di tengah tantangan hidup masyarakat modern,” katanya.

Menurut dia, dalam tradisi kearifan budaya lokal, masyarakat Wakatobi yang menggantungkan hidup dari hasil laut, tidak akan mengambil sesuatu dari alam sebelum memberikan sesuatu kepada alam.

Masyarakat Wakatobi, kata dia, sangat menyakini bila lebih dahulu memberikan sesuatu kepada alam, maka alam akan mengembalikan pemberian tersebut lebih banyak dari yang diberikan.

“Sebagai contoh menanam satu biji jagung di alam atau lahan, maka alam akan mengembalikan jahgung tersebut satu tongkol yang didalannya terdapat ratusan biji jagung,” katanya.

Oleh karena kekuatan keyakinan budaya itulah, ujarnya, maka kelestarian alam Wakatobi dengan keragaman hayatinya yang cukup tinggi masih tetap lestari dan akan terus lestari dari waktu ke waktu. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat