Petisi Cabut Penghargaan Rokok Di Tanda Tangani 20 Ribu Warga

ilustrasi
ilustrasi

kicknews.today Jakarta – Koalisi Rakyat Bersatu Menolak Kebohongan Industri Rokok (KRB MKIR) pada Kamis (4/2) menyerahkan langsung sebuah petisi kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro agar mencabut penghargaan atas cukai rokok.

Petisi di laman Change.org yang sudah didukung 20 ribu tanda tangan warga itu mendesak Menkeu mencabut penghargaan kepada empat industri rokok pada Hari Kepabean Internasional ke-64 di Jakarta, beberapa waktu lalu.

“Pemberian penghargaan atas cukai akan memicu meningkatnya produksi dan semangat penjualan rokok. Hal ini bertentangan dengan semangat membangun Indonesia sebagai bangsa yang sehat,” kata Ketua KRB MKIR, Kartono Mohamad dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis.

Cukai di Indonesia, kata dia, hanya dikenakan pada sejumlah produk seperti rokok dan minuman beralkohol.

“Dikenakannya cukai karena konsumsi produk tersebut merugikan pengguna dan lingkungannya sehingga harus dibatasi,” ucapnya.

Saat ini, menurut Kartono, penerimaan cukai rokok dipacu setinggi-tingginya melalui penjualan batang rokok yang sebanyak-banyaknya.

Sekjen Koalisi Rakyat Bersatu (KRB), Hery Chariansyah menyatakan dengan mengandalkan cukai rokok sebagai penerimaan dan pembangunan negara menunjukan Indonesia sedang darurat terkait kemampuan pemerintah dalam menggali potensi lain penerimaan negara.

“Di samping puluhan ribu suara dukungan pada petisi ‘online’ Change.org, ada ratusan pernyataan tertulis publik secara ‘offline’ mengecam pemberian penghargaan pada industri rokok tersebut,” tuturnya.

Sementara itu, Menkeu Bambang Brodjonegoro menyatakan penghargaan kepada industri rokok sebenarnya bukan karena sumbangan cukai, tetapi karena kepatuhan industri rokok dalam hal pembayaran cukai.

“Saya menerima petisi ini. Saya mengusulkan kepada kelompok anti-rokok supaya mengajukan usulan perubahan Undang-Undang Cukai kepada Mahkamah Konstitusi,” kata Menkeu saat menerima petisi tersebut. (ant)


Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat