Peredaran Narkoba Masih Marak, BNN Disarankan Evaluasi Kondisi Internal

ilustrasi
ilustrasi

kicknews.today Jakarta – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso disarankan mengevaluasi kondisi internal BNN hingga ke tingkat daerah guna meningkatkan pemberantasan narkoba.

“Peredaran narkoba sampai saat ini masih marak. Patut diduga, salah satu penyebabnya adalah, adanya kerja sama antara oknum dari internal BNN dengan bandar narkoba,” kata anggota Komisi III DPR RI Syarifuddin Sudding pada rapat dengar pendapat antara Komisi III DPR RI dengan Kepala BNN di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Kamis (4/2).

Menurut Syariffudin Sudding, jika ada pimpinan atau anggota BNN di pusat maupun daerah yang kerjanya tidak maksimal atau malah menyimpang agar diganti.

Politisi Partai Hanura ini mengkhawatirkan ada beberapa oknum anggota BNN yang terkooptasi dengan bandar narkoba.

“Masyarakat lebih mengenal BNN dan bukan BNN daerah sehingga oknum anggota BNN daerah sering menjadi sasaran bandar narkoba untuk mempengaruhinya,” katanya.

Sementara itu, anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Herman Hery menyarankan agar Budi Waseso berani melakukan pergantian terhadap pejabat yang dinilai tidak kompeten menduduki jabatannya.

Menurut Herman, Kepala BNN hendaknya memiliki keberanian untuk merevitalisasi sumber daya manusia di internal BNN.

“BNN jangan hanya jadi tempat transit pejabat untuk dapat bintang,” kata Herman.

Menurut Herman, aturan dan perundang-undangan sebenarnya sudah cukup mendukung kinerja BNN, tapi adanya sumber daya manusia yang tidak kompeten dapat menghambat kinerja BNN.

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem Akbar Faizal menyarankan orang-orang yang sudah berada dalam kondisi nyaman pada jabatan tertentu biasanya akan sulit untuk beradaptasi dengan persoalan yang semakin meningkat.

“Guna meningkatkan kinerja BNN, sudah waktunya perlu dilakukan perbaikan sumber daya manusia,” katanya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat