Satpol PP Mataram Amankan Siswa Bolos di Warnet

ilustrasi siswa bolos di warnet

kicknews.today Mataram- Satuan Polisi Pamong Praja Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengamankan enam siswa yang terbukti membolos saat jam belajar di sekolah masih berlangsung.

“Enam siswa itu kami temukan sedang berada di warung internet (warnet) di Jalan Pemuda, dan mereka lagi asyik main ‘game’,” kata Kepala Seksi Operasional dan Pengendalian (Opsdal) Satpol PP Kota Mataram Bambang EYD di Mataram, Senin (1/2).

Bambang yang ditemui saat melakukan interogasi kepada enam siswa seusai melakukan razia bersama timnya menyebutkan, enam siswa itu adalah tiga siswa SMP Muhamadiyah, satu siswa SMAN 7 Mataram dan dua siswa SMAN 3 Mataram.

“Dari hasil interogasi, alasan yang mereka lontarkan sangat klasik, yakni mereka bolos karena datang terlambat, tidak diizinkan masuk dan diminta pulang,” katanya.

Padahal selama ini, sambung Bambang, dari hasil koordinasi dengan pihak sekolah, tidak ada satu pun sekolah yang meminta siswanya pulang ketika mereka datang terlambat.

“Dari zaman saya sekolah pun, tidak ada guru yang menyuruh siswanya pulang saat datang terlambat. Paling kita kena hukum dan dibolehkan masuk kelas,” ujarnya.

Sebagai bentuk pembinaan, Satpol PP melakukan pendataan dan menghubungi pihak sekolah untuk melakukan penjemputan terhadap siswa masing-masing.

“Untuk sanksi administrasi, kami tidak bisa memberikan karena itu di luar kewenangan kami, pihak sekolah yang memiliki kewenangan penuh terhadap siswa tersebut selama berada pada jam sekolah,” katanya.

Bambang mengatakan, kegiatan razia pelajar itu dilaksanakan berdasarkan laporan dari beberapa orang tua dan masyarakat lainnya yang sering melihat sejumlah pelajar berkeliaran di luar sekolah pada saat jam belajar.

Oleh karena itu, ia berharap semua kepala sekolah dan guru dapat meningkatkan pengawasannya terhadap siswa, mengingat tanggung jawab terbesar guru adalah ketika siswa berada di sekolah mulai pukul 07.00 WITA hingga jam pulang sekolah.

“Apalagi anak-anak usia 12 tahun hingga 17 tahun merupakan masa labil, sehingga anak sangat mudah dipengaruhi oleh siapa saja ke hal-hal yang sifatnya merugikan seperti narkoba maupun ajaran sesat,” kata Bambang.

Di sisi lain, Satpol PP juga mengimbau para pemilik warnet agar tidak menerima pengunjung yang menggunakan seragam sekolah.

“Kalau ke depan kita temukan lagi ada pelajar di warnet, kita bisa melakukan tindakan kepada pemilik warnet termasuk penutupan izin operasional,” kata Bambang. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat