Mensos Serahkan Bantuan Rp1,1 Milyar Untuk Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat H. Muh. Amin, SH, M.Si mendampingi Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa yang meresmikan Gedung Pusat Informasi dan Edukasi NAPZA (biro humas ntb)
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat H. Muh. Amin, SH, M.Si mendampingi Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa yang meresmikan Gedung Pusat Informasi dan Edukasi NAPZA (biro humas ntb)

 

kicknews.today Mataram – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyerahkan dana bantuan asisten pengembangan kapasitas untuk Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) sebesar Rp1,1 miliar dan Rp150 juta untuk Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

“‘Institutional building’ dan ‘capacity building’ ini sangat penting karena memang persoalan-persoalan yang menimpa anak-anak kita semakin kompleks,” kata Khofifah saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Nasional Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak–Panti Sosial Asuhan Anak (Fornas LKSA–PSAA) di Mataram, NTB, Kamis.

Data Kementerian Sosial (Kemsos) menyebutkan jumlah anak terlantar mencapai 4,1 juta orang. Dari angka tersebut hanya sekitar 430.000 di tampung PSAA.

“Persoalannya kapasitas rawat inapnya juga tidak mengalami penambahan. Menurut Undang-Undang 23 Tahun 2014 sesungguhnya penyediaan panti asuhan menjadi kewajiban daerah, sedangkan di level pusat hanya untuk rehabilitasi Napza,” ujar dia.

Karena itu, menurut dia, sangat penting Pemerintah Pusat dan Daerah saling berbagi untuk pengembangan LKSA.

“Peningkatan kapasitas sangat diperlukan fenomena kekerasan pada anak semakin berat, termasuk kearifan lokal dapat direvitalisasi untuk memastikan pelayanan kepada anak-anak kita semakin baik,” katanya.

Hasil rakernas pertama ini, ia berharap akan bisa menghasilkan database LKSA dan PSAA di Indonesia sehingga dapat dievaluasi, disusun, diklasterisasi.

“Dari sekitar 5000 ada 4300 LKSA yang sudah bergabung dengan Kementerian Sosial,” tambah Khofifah.

Bagi LKSA yang sudah diklasterisasi A artinya bisa menjadi tempat magang bagi yang masih ada di klaster B dan C, lanjutnya.

Tidak hanya persoalan anak terlantar, kekerasan seksual pada anak (termasuk dari lingkungan terdekat), kehamilan dan kelahiran yang tidak diinginkan harus menjadi persoalan yang dipecahkan LKSA. (ant)


Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat