BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Sedikit Menelisik Soal Digital Forensik

ilustrasi digital forensik

kicknews.today - French Sherlock Holmes atau Edmond Locard (1877 – 1966) yang dikenal dunia sebagai profesor kedokteran forensik dan kriminologi di University of Lyons. Pada tahun 1910 Edmond Locard mendirikan laboratorium kriminal polisi pertama di dunia.

Edmond Locard adalah orang pertama yang menyatakan prinsip dasar ilmu forensik, yang sekarang dikenal sebagai Locard Exchange Prinsip: “Dimanapun ia melangkah, apa pun yang ia sentuh, kemanapun dia pergi, bahkan secara tidak sadar, akan berfungsi sebagai saksi bisu terhadap dirinya. Tidak hanya itu sidik jari atau jejak kaki, tapi rambutnya, serat dari pakaiannya, kaca yang dipecahkan, alat yang dia gunakan untuk pergi, cat yang digoresnya, darah atau air maninya yang terkumpul. Semua ini adalah kesaksian bisu terhadap dirinya. Ini adalah bukti yang tidak bisa lupa, juga tidak menjadi bingung karena suatu peristiwa. Tidak absen karena kesaksian manusia. Ini adalah bukti faktual. Bukti fisik tidak bisa salah, Bukti fisik juga tidak bisa bersumpah palsu, tidak juga bisa sepenuhnya hilang. Hanyalah karena kegagalan manusia untuk menemukannya, belajar dan memahaminya, yang dapat mengurangi nilainya. ”

Secara umum Forensik adalah; pertama dan terutama, proses hukum (Forensics is, first and foremost, a legal process). Tergantung pada penyelidikan, penyidik forensik harus memahami dan menerapkan pandangan yang luas dari konsep hukum dan preseden, seperti rantai penahanan, pembusukan bukti, dan berurusan dengan produksi bukti di pengadilan. Jika ini kedengarannya menakutkan disebabkan karena nantinya pengacara akan memanggil penyidik untuk berdiri dan bersaksi tentang penyelidikannya, temuannya, dan kualifikasinya sebagai penyidik. Jika dia tidak melakukan penyelidikan dengan dedikasi untuk proses, rincian teknis, dan masalah hukum yang diperlukan, fakta-fakta yang ditemukannya adalah sangat tak berguna. Dalam kondisi ekstrem, misalnya rahasia suatu perusahaan bocor karena dicuri dan penjahat pergi, maka penyidik dengan tanggung jawab fidusia atas kesalahan yang dilakukan selama penyelidikan. Untuk itu seorang penyidik dalam istilah yang lebih ringkas, harus mampu mempersiapkan, memiliki proses, memahami apa yang diketahui dan apa yang tidak diketahuinya, dan membuat daftar siapa yang harus dihubunginya ketika penyelidikan melebihi pengetahuannya tentang baik masalah teknis atau hukum.

Komputer forensik yang juga dikenal dengan nama digital forensik merupakan salah satu cabang ilmu forensik yang berkaitan dengan bukti legal yang ditemui pada komputer dan media penyimpanan digital. Tujuan dari komputer forensik adalah untuk menjabarkan keadaan kini dari suatu artefak digital. Istilah artefak digital bisa mencakup sebuah sistem komputer, media penyimpanan (seperti flash disk, hard disk, atau CD-ROM), sebuah dokumen elektronik (misalnya sebuah pesan email atau gambar JPEG), atau bahkan sederetan paket yang berpindah dalam jaringan komputer. Penjelasan bisa sekedar “ada informasi apa disini?” sampai serinci “apa urutan peristiwa yang menyebabkan terjadinya situasi kini (Wikipedia).

Digital Forensik (fo – ren – sics )adalah Penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menyelidiki dan menetapkan fakta di pengadilan pidana atau perdata hukum. Contoh hal-hal yang membutuhkan penanganan digital forensik adalah upaya hacking, memata-matai secara langsung dengan  tanpa izin dan tanpa hak data sebuah perusahaan atau pemerintahan, penyebarluasan gambar dan informasi terlarang, pornografi digital, pelanggaran kebijakan perusahaan terkait penggunaan data, upaya spam (pengiriman email berantai ataupun ke banyak orang yang tidak dikenal dan hanya mempromosikan suatu informasi atau produk tertentu), dan sebagainya.

Penerapan digital forensik yang benar dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan dugaan pada saat terjadinya suatu insiden, dengan cara yang secara teknis, hukum, dan analitis suara sehingga dapat dipertanggungjawabkan. Untuk memenuhi tujuan ini, penyidik forensik harus menggabungkan waktu, uji forensik teknik, kerangka hukum, keterampilan investigasi, dan teknologi mutakhir untuk menemukan fakta-fakta. (bersambung)

(Oleh : Zulfikar Akbar)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today