Polres Lombok Timur Tanggung Biaya Pengobatan Korban Unjukrasa

Kapolres Lombok Timur AKBP Karsiman membesuk korban unjukrasa tolak pengerukan pasir lombok di RSU Lombok Timur, Rabu (27.1) (kicknews)
Kapolres Lombok Timur AKBP Karsiman membesuk korban unjukrasa tolak pengerukan pasir lombok di RSU Lombok Timur, Rabu (27.1) (kicknews)

kicknews.today Mataram – Kepala Kepolisian Resor Lombok Timur, AKBP Karsiman menyatakan akan bertanggung jawab terhadap korban yang terluka saat unjuk rasa penolakan pengerukan pasir di perairan Lombok Timur yang rencananya digunakan untuk reklamasi di Teluk Benoa, Bali.

Kapolres menyampaikan kepada wartawan, Rabu (27.1), berjanji akan menanggung seluruh biaya pengobatan para warga yang menjadi korban dalam unjuk rasa di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) saat membesuk mereka di RSU Lotim.

“Semua korban luka maupun yang mengalami sesak nafas sudah dilarikan ke rumah sakit, dan langsung kami cek. Untuk itu, sebagai bentuk tanggung jawab kami, seluruh biaya pengobatannya ditanggung,” kata Karsiman.

Aksi unjuk rasa warga yang tergabung dalam Forum Perjuangan Rakyat (FPR) yang berasal dari Labuhan Haji, Kruak, dan Jero Waru, mulai terjadi pada Rabu pagi, sekitar pukul 09.00 WITA.

Massa yang jumlahnya mencapai 2000-an orang itu, mengawali aksinya di depan Kantor DPRD Lombok Timur. Namun, karena merasa tidak puas atas aspirasinya yang tidak tersampaikan langsung kepada dewan karena mereka (anggota DPRD) tidak berada ditempat, massa melanjutkan ke depan Kantor Pemkab Lombok Timur.

Saat menyampaikan aspirasinya di depan Kantor Pemkab Lombok Timur, dengan menyasar pimpinan daerah setempat, muncul aksi brutal dari sejumlah warga yang memicu kericuhan di tengah massa aksi tersebut.

“Awalnya mereka tertib melaksanakan unjuk rasa, namun karena ada pelemparan, anggota langsung melakukan penertiban,” ujarnya.

Namun, karena tindakan tersebut tidak juga diindahkan, anggota yang turun mengamankan langsung diperintahan untuk menyemprotkan gas air mata ke tengah massa. “Tujuan awal kami untuk mencerai berai massa, agar tidak berlanjut pada anarkistis,” katanya.

Akibatnya, kata Karsiman, ada sejumlah warga yang mengalami sesak nafas, terjatuh, bahkan berakibat pada tabrakan sesama pengunjuk rasa.

“Ada enam orang yang mengalami luka-luka, tapi sekarang sudah mendapat perawatan di rumah sakit,” ujarnya.

Terkait dengan penyampaian orasi, Karsiman mengatakan bahwa pihak kepolisian telah berupaya mncarikan solusi, dengan cara melakukan mediasi, antara pengunjuk rasa dengan pihak pemkab.

“Sejumlah perwakilan dari massa, kami persilakan untuk bertemu dengan pejabat pemda, guna menyampaikan aspirasinya secara langsung,” ucapnya.

Untuk hasil mediasi tersebut, Karsiman mengaku tidak mengetahui. Ia menegaskan bahwa pihaknya bertugas sesuai dengan garis koordinasi, yakni untuk mengamankan aksi massa agar tidak terjadi bentrokan atau perusakan.

“Yang jelas, setelah terjadi pertemuan dengan pihak pemkab, massa membubarkan diri secara tertib,” kata Karsiman.


Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat